| |
Limitless lonely lust? lost? locked up? Ocean of obsure obsessions? obligations? obligation? Vanishing self? voluntary victims? Entrapment of equality? embryo of an enemy? ha.ha.
Empty Recycle Bin  Aku melemparkan semua wajahnya kedalam tong sampah. Terus melupakan kejadian itu untuk selama-lamanya, setidaknya mencoba untuk itu. Kuharap tong sampah itu tidak seperti recycle bin. Tapi kalaupun persis, maka akan ku-klik kanan dan langsung mengarahkan pointer pada empty recycle bin lantas kutekan kuat-kuat, biar musnah sudah semua wajahnya yang cantik menjijikan itu. “Pelacur!” kataku. Aku melemparkan semua wajahnya kedalam tong sampah. Terus melupakannya untuk selama-lamanya, setidaknya mencoba untuk itu. Kuharap tong sampah itu tidak seperti recycle bin. Tapi kalaupun persis, maka akan ku-klik kanan dan langsung mengarahkan pointer pada empty recycle bin lantas kutekan kuat-kuat, biar musnah sudah semua wajahnya yang cantik menjijikan itu. “Pelacur!” kataku. Padahal sepertinya sebongkah batu besar pun belum cukup sanggup menghancurkan kenangan itu. Tapi aku selalu ingin melemparkan sebongkah batu besar, menindihnya, melibasnya, menggilasnya, menggilingnya, terus melemparkannya ke dalam tong sampah. Terus melupakan kejadian itu untuk selama-lamanya, setidaknya mencoba untuk itu. Kuharap tong sampah itu tidak seperti recycle bin. Tapi kalaupun persis, maka akan ku-klik kanan dan langsung mengarahkan pointer pada empty recycle bin lantas kutekan kuat-kuat, biar musnah sudah semua wajahnya yang cantik menjijikan itu. Tapi kenangan itu masih men-diam dalam kepalaku se-menjijikan wajahnya yang cantik itu. Wajahnya yang cantik yang membuatku selalu ingin melemparkan sebongkah batu besar, menindihnya, melibasnya, menggilasnya, menggilingnya, terus melemparkannya ke dalam tong sampah. Terus melupakan wajahnya itu untuk selama-lamanya, setidaknya mencoba untuk itu. Kuharap tong sampah itu tidak seperti recycle bin. Tapi kalaupun persis, maka akan ku-klik kanan dan langsung mengarahkan pointer pada empty recycle bin lantas kutekan kuat-kuat, biar tak ada lagi yang tersisa dan benar-benar musnah seluruh intervensi wajahnya dalam memori di otakku yang kuharap tidak ada program recycle bin disana agar semua sampah seperti dia, wajah dan kenangannya bisa hilang selamanya tanpa ada satupun orang mampu meng-klik kanan dan mengarahkan pointer pada restore untuk – mungkin sekali – ditekan kuat-kuat. Tapi kalaupun ada, maka akan ku-klik kanan cepat-cepat sebelum orang lain mendahuluiku dan langsung mengarahkan pointer pada empty recycle bin lantas buru-buru kutekan kuat-kuat. Sepertinya masih ada sedikit sisa, maka aku akan cepat-cepat melemparkan sisa-sisa wajahnya itu kedalam tong sampah. Terus melupakan sisa-sisa wajahnya itu untuk selama-lamanya, setidaknya mencoba untuk itu. Kuharap tong sampah itu tidak seperti recycle bin. Tapi kalaupun persis, maka akan ku-klik kanan dan langsung mengarahkan pointer pada empty recycle bin lantas kutekan kuat-kuat, biar musnah sudah semua wajahnya yang cantik menjijikan itu. “Pelacur!” kataku. “Sial!” ucapku kemudian sebab no.telp-nya masih tersimpan dalam phone book di ponsel-ku. Dalam seketika dan segera aku sangat ingin cepat-cepat menghapusnya dan melemparkannya kedalam tong sampah. Terus melupakan no.telp-nya untuk selama-lamanya, setidaknya mencoba untuk itu. Kuharap tong sampah itu tidak seperti recycle bin. Tapi kalaupun persis, maka akan ku-klik kanan dan langsung mengarahkan pointer pada empty recycle bin lantas kutekan kuat-kuat, biar habis sudah no.telp-nya yang berupa kombinasi angka menjijikan itu. Tapi entah kenapa tanganku malah menekan no.telp-nya itu dan terdengar suara seperti ini di seberang sana: maaf, dana anda tidak cukup untuk melakukan panggilan ini! (mungkin dengan 3 tanda seru seperti ini: maaf, dana anda tidak cukup untuk melakukan panggilan ini !!!) atau bisa jadi dengan font yang di-control B seperti ini: maaf, dana anda tidak cukup untuk melakukan panggilan ini !!! atau malah bisa jadi lebih mungkin dengan huruf kapital semua dengan control B, control I dan control U, sangat berlebihan bukan? Sebab jadinya seperti ini: MAAF, DANA ANDA TIDAK CUKUP UNTUK MELAKUKAN PANGGILAN INI (dan masih tetap dengan tiga tanda seru, sebab kata guruku tiga bisa menunjukan tak hingga, tak perlu capek-capek lebih dari tiga!) seperti ini: !!! “Sial!” kataku kemudian, “berapa dana yang kubutuhkan untuk membuatnya setia padaku? “Pelacur!” Lantas dengan segera aku sangat ingin cepat-cepat mencoba lagi menghapus no.telp-nya dan melemparkannya kedalam tong sampah. Terus melupakan no.telp-nya untuk selama-lamanya, setidaknya mencoba untuk itu. Kuharap tong sampah itu tidak seperti recycle bin. Tapi kalaupun persis, maka akan ku-klik kanan dan langsung mengarahkan pointer pada empty recycle bin lantas kutekan kuat-kuat, biar habis sudah no.telp-nya yang berupa kombinasi angka menjijikan itu sungguh sama seperti wajah cantiknya yang juga ingin kulemparkan kedalam tong sampah, terus melupakan wajahnya itu untuk selama-lamanya, setidaknya mencoba untuk itu. Kuharap tong sampah itu tidak seperti recycle bin. Tapi kalaupun persis, maka akan ku-klik kanan dan langsung mengarahkan pointer pada empty recycle bin lantas kutekan kuat-kuat. Tapi entah kenapa, jariku yang tadi sudah menekan option pada bagian no.telp-nya lantas mengarahkannya pada delete entry, ketika ada pertanyaan; are you sure? jariku malah menekan no. (Sebenarnya mungkin no dengan tanda seru seperti ini: no! atau bisa jadi seharusnya dengan 3 tanda seru, sebab kata guruku tiga bisa menunjukan tak hingga, tak perlu capek-capek lebih dari tiga, seperti ini : no!!!. Seperti tidak puas juga jariku menambahkan control B dan control U dan mengganti hurufnya dengan kapital semua, jadinya seperti ini: NO!!!. Tapi kok control U sepertinya menggangu ya? Baiklah akan kuhilangkan saja, jadi seperti ini: NO !!! dengan spasi antara kata no dan ke-3 tanda seru agar sperti masing-masing berdiri sendiri dan menjadi sebuah kekuatan besar apabila digabung menjadi semacam frase memuakkan) Kuharap saat ini dan selama-lamanya setiap kali aku harus terpaksa menekan no.telp-nya yang kusimpan dalam nama pelacur dalam huruf kapital semua dengan tiga tanda seru, tapi tidak ku-control B sebab tak ada fasilitas itu dalam ponselku, (PELACUR!!!) itu selalu terhubung dengan mesin yang dengan cerewet selalu berkata begini: "Telepon yang ada tuju sedang tidak aktif atau berada diluar servis area". Tapi cukup segitu saja tanpa harus memakai tanda seru, huruf kapital dan control B sebab aku pasti akan sangat muak dengannya bila kata-kata itu muncul dengan tanda seru, huruf kapital dan control B. Bila terhubung dengan kalimat wanita mesin itu memungkinkan aku menaruh curiga bahwa dia tak lagi mengaktifkan kesetiaannya atau dia sudah diluar servis areaku, maka dengan begitu kuharap aku bisa menghapus no.telp-nya dan melemparkannya kedalam tong sampah. Terus melupakan no.telp-nya untuk selama-lamanya, setidaknya mencoba untuk itu. Kuharap tong sampah itu tidak seperti recycle bin. Tapi kalaupun persis, maka akan ku-klik kanan dan langsung mengarahkan pointer pada empty recycle bin lantas kutekan kuat-kuat, biar habis sudah no.telp-nya yang berupa kombinasi angka menjijikan itu sungguh sama seperti wajah cantiknya yang juga ingin kulemparkan kedalam tong sampah, terus melupakan wajahnya itu untuk selama-lamanya, setidaknya mencoba untuk itu. Kuharap tong sampah itu tidak seperti recycle bin. Tapi kalaupun persis, maka akan ku-klik kanan dan langsung mengarahkan pointer pada empty recycle bin lantas kutekan kuat-kuat. to be continued, honey. lemes...!
 BEFORE (SUNRISE) AFTER (SUNSET)
"aku, mengutukmu menjadi bidadari" ujarnya pada mayat itu... satu daftar baru permintaan maaf menambah sesak gudang itu.... lalu Chairil pergi, menemui korban berikutnya...
EPILOGUE - The King of The Lizard's Graveyard, Outdoor - Night No Tears, No Beers, No Cheers just more pasts and away a little "logical" talks and another "really-goodbye" ...and i no longer refuse to wake up... this is the time to finish the dream WAKE UP! WAKE UP! WAKE UP! the phone rings three times i pick it up... "hello?" "hello, Heaven, its GOD, again!" a hard-deep voice says, a voice from nowhere "oh, hi god... what's up?" i say "i know what's happened. so... what can i do for you?" god says "umh... its ok GOD, I'm fine, really! Her-The Earth-fades out to the rainbow, the rainbow-rainbow, OUR RAINBOW!" i say, loudly... "which rainbow?" He asks, with the excited tone, curious "the rainbow i told you… THE MOST BEAUTIFULL GREY!" i say, over loud then he says, fastly, seduced-ly, "Oh wow… where is it? I feel up to look at…" "...over there, beside your “great-falls”." i cut, gayfully "awesome! faster-and-better…", he says and then with the diferent tone, "so it's your turn I think." "yeah..., thought so..." i say, I walk to the door, open it, fresh air floods my lungs... "where up to?" he asks "jump off to the west I think, get dark and get the darkness, cool it off. re-set the sun down." "good... the west is always the best… but just be silent, ok! dont make another fur fly! no more babble out!" he warns "I won't. trust me!" i say, seriously "ok... good luck then!" "so do you." "i'll see you again, Heav!" he adds "cool! faster-and-better. PLAY SAFE !!!!" I say, laugh he laughs too and click i put the phone, look up to the sky, and go get the shower... awh...cold water... it's real! i really wake up, i feel the cold water bites my skin, the tooth paste bites my teeth, the soap bubbles bite my eyes, and Chairil's knife bites my heart... and it hurts... the dream is finally over === the end === Cianjur, June 29th 08
spol cycs tiht iwt esl liw em iteht eri fyl ohehtybtnr ube bl liw e fileht es irnusk cal bl lufitua ebas aem ocl liwht aedeht tu oed afdna ya waylfst irip seht det trap edl lufhti afeh totk cabo gsei dobeht (tcej orpe sre vereht lo ohc saht nam as, 8002 en uj)
W onec nad Htu oyd et saw Gno lo ot det ia wuo y rof Gno sfla hayl nositn elis rof Det til pse breg no lont ni asd nan at asn ehw emi teht sis iht Ou ye matre gno lon no igil ern ehw emi teht sis iht Ou ye dulc ni re gno lon y tin am uhn ehw emi teht sis iht Leg nan aebt su j ko Seldn ace soht el dnik Selca rime soht eta ercer Anale Lhurn ivr E Qad Avihs ear Ugdam Mah Um
  ... DAN AKHIRNYA SETELAH PULUHAN TAHUN SEKARAT DIA MATI JUGA ...
ngagambar tangkal keur dituar ngahaleuangkeun cianjuran dina luhur suhunan curat-coret make letah dina ceuli si eta ayeuna ngan saukur siga nuliskeun hirup dina tumpukan karbon sabangsaning ples dis atawa yu tub atawa mesin ketik jeung kertas-kertas kandel kumaha sia weh...
pasar uang bergelimang darah merah berpadu dengan segala macam cara cara untuk mengelupas cara untuk menengadah cara untuk berguling cara untuk menggulingkan cara untuk terjun payung dan cara untuk menyedot darah lalu ditengah amukan dahsyatnya kekuasaan datang seorang musafir dari negeri seberang membawa kaleng dia berjalan terseok‑seok tanpa pegangan tiba‑tiba kakinya mengantuk sebuah batu dan iapun terjatuh kaleng beserta isinya berhamburan kemana‑mana kaleng berisi lobi‑lobi Januari '97
segala yang memulai menjadi akhir untukku padahal sebelum kutemukan kesadaran akan ini tatapan kicau bumi menguruskan bagian terjauh yang tercipta dalam tubuhku kucoba meratap tetapi kosong dan kucoba Oh...., senang! aku tertunduk hi... hi... hi... dia lari mengundangku untuk mengejar aku malah malu sendiri dengan menitiknya sesosok airmata yang tertawa melihat ku menitikkannya aku diam bisu sekali sambil mengutuk-ngutuk airmataku (menggerutu) Sialan, lu....! dendam itu tak pernah meredam aku tersenyum nakal sekali sedang kematian merogoh sakunya membeli sebatang rokok kretek untuk dikepulkan asapnya padaku Aku suka rokok putih! dia malah memarahiku Sialan! ah.... sudahlah! kembali sudahlah menjadi kata pembelaan padahal arjuna telah dirasuki roh lucifer ngeri.... setiap wanita menjerit bingung terpesona takut Terpesona..., takut? diam, hening teh manis panas kureguk lalu kulanjutkan mendengar alunan tangis sang permadani Ya Tuhan, karpetku basah genting bocor hujan deras lagi! aku lupa menutup jendela padahal aku telanjang seorang wanita tersenyum malu memandang titit besarku ha... ha... ha... dia masuk kamar merayuku aku berlari meninggalkan kamarku yang juga ingin ikut berlari tapi injakan wanita itu dikamarku membuatnya tertahan Oh.... aku lupa aku telanjang sepanjang jalan ramai tempatku berlari rok-rok celana dalam wanita heboh tak tertahan histeris aku bangga Jijik! hening malam jingga pagi sendiri senin terkencing-kencing ruang bioskop menggelegar Kebakaran..., kebakaran...! satpam elektronik berteriak-teriak aku tetap telanjang sebab belum selesai mempertontonkan dunia..., oh dunia...! aku mulai terangsang Mabuk! dasar gila gila sebelum datang dua butir kepala Ini meluncur, Sayang! sialan aku menguap dan tetap telanjang! Tuhan tersenyum tipis sekali khawatir aku memang gila, Tuhan! Terserah! kata Tuhan ih, jahat...! sebel...! aku mengulang-ulang nama dia para wanita, wanita-wanita... seribu kali: ana, dewi, tanti, vinka, yani, suzan,.... banyak siapa? kecupan terakhirmu akan selalu kukenang, honey dan kaupun pergi memperlihatkan pantat seksimu padaku kamu kentut? diam-diam kuketuk pintu hatinya tok..., tok..., tok..., petok...! suara ayam tak berkandang dia terbangun memandang ayam yang berkokok aku berkokok walah... aku bersayap aku berparuh aku pangeran ayam yang menjadi superman bukan pangeran kodok ternyata ternyata, ternyata... biarlah kuselesaikan waktu hingga hari menjelang aku mencipta sebuah keinginan terbang Tuhan,please...! aku terbang esok harinya tapi terjatuh berdebum boom! brengsek tulang-tulangku patah aku bangkit Film Kartun! ada nenek tertimpa sampai mati Sadis! wanita cantik? Kalau itu lumayan asyik! dasar! jangan matikan lampu jangan hentikan baca sebab mata masih ada sebab cahaya masih tersedia suara mengalun merdu memperlihatkan gigi-gigi putihnya ih... itu hantu yang menjadi penyanyi sebab malam kian larut aku tidak takut biar terus menjadi angin dan bulu-bulu angsa rokok amerika aku mimpi aku bangun terkesiap memandang gadis cantik! kurayu dengan peluk hangat hasrat tulus sekali dia menamparku Terlalu keras, tahu! ha..., ha..., ha... sementara kau kubodohi aku terus berjalan menyusuri heningnya padam mataku berat mungkin aku akan mati Tidak..., kau tidak akan mati! aku menjerit... bandung, 4 november 1999 SchizophreniaEpisodeIV ke-1 (hanya huruf2 yang dimiringkan) Oh...., senang! Sialan, lu....! Aku suka rokok putih! Sialan! Terpesona..., takut? Ya Tuhan, karpetku basah genting bocor hujan deras lagi! Oh.... Jijik! Kebakaran..., kebakaran...! Mabuk! dasar gila Ini meluncur, Sayang! Terserah! kata Tuhan Tuhan,please...! Film Kartun! Sadis! Kalau itu lumayan asyik! Terlalu keras, tahu! Tidak..., kau tidak akan mati!
Mengurai debu pada sebuah kartu pos bergambar sebuah jembatan yang menjadi visual pada kekeringan musim di tenggara dan suara-suara pada frekwensi keheningan yang mencekam membersihkan debu pada kartu pos itu bahkan menghapus gambarnya menekan tombol mute dan mencabut karet tombolnya secara permanen dengan menyebut nama chairil dan rasa dengan menyebut nama willy dan balada dengan menyebut nama soetardjie dan mantra-mantra dengan menyebut nama afrizal dan coca-cola dengan menyebut nama kriapur dan solilokui dengan menyebut nama dj p0p dan schizophrenia dengan menyebut nama mgv dan magnesia dengan menyebut nama niskala dan psikedelia dalam sebuah glossolalia panjang tak beraturan dengan berkaca pada cermin warisan borges dalam sebuah kereta kundera dan seribu derida serta roda-roda kafka dan ensiklopedia sehening persenggamaan tuhan dan rabiah dan asap dupa untuk para penyihir bijaksana dan noktah-noktah rindu rumi dan syam HILANGLAH TANDA SERU
anarkisme! anarkisme? ya, anarkisme... kenapa anarkisme? sebab hanya itu gak ada yang lain? gak...
semoga kalian semua masuk surga
Mimpi Terang bulan Pecahan entah keseberapa ratus menghunjamkan catatan Andras Aradi yang dituangkan Billie Holliday dalam rupa youtube dengan slide show foto-foto sephia pada pertengahan abad ke-20 Mobil vintage dan bunga diatas topi Deru redam serangan swastika terbalik pada anarkisme cinta di balik restoran sapi gulung Grand Piano dan tangan-tangan matematis Serta sebuah surat dalam amplop coklat berisi domba-domba putih mengembikan seribu jerawat di muka kamu Seperti muka terakhirmu yang kulihat di cerminan bulan purnama mei 2004 Saat aku melolong di atas puncak bukit tempat para hyang berkomunikasi dengan agen-agennya Saat kita tidak tahu lagi seberapa ranjang pernah kita jajaki kemuramannya Saat denging ribuan cahaya di telinga kita melemparkanku pada percakapan-percakapan terakhir kita Percakapan-percakapan tentang daftar panjang para penjinak buaya atau percakapan tentang model rambut kita yang terjebak pada kejayaan 1999 Atau percakapan tentang 7 hari yang diteriakan Robert Smith seperti yang telah diteriakan para nabi fantasi dari negeri kubus Dan kamu ingat lighter zippo kita yang mereplica bangunan para dewa? Kamu ingat lagu itu yang tiba-tiba aku nyanyikan tanpa sadar meski aku tak suka komposernya… Ayo, sayang… nyalakan apiku! Lalu jarimu memetik dawai zippo, terbunyi denting khas, lalu kamu menggasak pemantik, lalu api, lalu kamu membakarku, setiap kali, selalu seperti itu, aku hangus dan hidup kembali dalam tubuh baru, bayi baru… seperti phoenix dan kamu adalah tuhan para phoenix Ah kamu… Sarkas kita di bulan purnama itu Melejitkan tubuhmu seperti ujung-ujung api Terlepas memadam Dan aku begitu batu Terboyak banal Lalu jeritan-jeritan teredam yang memecahkan salah satu asset bersama kita di kamar terakhir itu, cermin ajaib pemberian Borges yang bisa menggandakan kita berdua sehingga kita selalu punya penggaris untuk mengetahui jarak kita, dan kamu selalu akurat menebak itu Ah kamu… Gergaji angin membadai di kepalaku Surup tubuhmu pada tubuhnya Dia yang datang pada purnama sama pada april 2008 Empat tahun wajahmu menato permanent di kurva-kurva nini anteh Lalu tiba-tiba itu semua tercetak di mukanya Membentuk senyumnya Menyempurnakan wajahnya menjadi tidak simetris Mengalunkan suaranya, dalam frekwensi tertentu ada kamu di situ… Ah kamu… Udah ya…!? (manja)
Ada jurang yang sangat dalam menghalangi langkahku menuju barat Ada jurang yang tak bisa kuloncati Tak ada jembatan Tak mungkin kembali ke timur Tak mungkin belok kearah lain mencari jalan memutar Lewat utara atau lewat selatan Tak mungkin memutuskan dua arah itu… utara atau selatan sebab aku kehabisan koin untuk kulempar Hingga kemudian aku tahu bahwa aku harus terjun ke jurang itu tanpa harus menghiraukan lagi barat atau arah-arah lain tak perlu lagi koin atau dadu yang sudah tak kumiliki lagi itu sebab pilihan sudah pasti dengan resiko paling beresiko tinggi… |
|