Catatan Pendongeng Keliling

Dongeng Sebelum Basi

Limitless lonely lust? lost? locked up?

Ocean of obsure obsessions? obligations? obligation?

Vanishing self? voluntary victims?

Entrapment of equality? embryo of an enemy?

ha.ha.


Blog EntryTRAVELLING MODE: ONJul 2, '08 10:23 PM
for everyone

Empty Recycle Bin

 

 

 

 

Aku melemparkan semua wajahnya kedalam tong sampah. Terus melupakan kejadian itu untuk selama-lamanya, setidaknya mencoba untuk itu. Kuharap tong sampah itu tidak seperti recycle bin. Tapi kalaupun persis, maka akan ku-klik kanan dan langsung mengarahkan pointer pada empty recycle bin lantas kutekan kuat-kuat, biar musnah sudah semua wajahnya yang cantik menjijikan itu.

“Pelacur!” kataku.

 

Aku melemparkan semua wajahnya kedalam tong sampah. Terus melupakannya untuk selama-lamanya, setidaknya mencoba untuk itu. Kuharap tong sampah itu tidak seperti recycle bin. Tapi kalaupun persis, maka akan ku-klik kanan dan langsung mengarahkan pointer pada empty recycle bin lantas kutekan kuat-kuat, biar musnah sudah semua wajahnya yang cantik menjijikan itu.

“Pelacur!” kataku. Padahal sepertinya sebongkah batu besar pun belum cukup sanggup menghancurkan kenangan itu. Tapi aku selalu ingin melemparkan sebongkah batu besar, menindihnya, melibasnya, menggilasnya, menggilingnya, terus melemparkannya ke dalam tong sampah. Terus melupakan kejadian itu untuk selama-lamanya, setidaknya mencoba untuk itu. Kuharap tong sampah itu tidak seperti recycle bin. Tapi kalaupun persis, maka akan ku-klik kanan dan langsung mengarahkan pointer pada empty recycle bin lantas kutekan kuat-kuat, biar musnah sudah semua wajahnya yang cantik menjijikan itu. Tapi kenangan itu masih men-diam dalam kepalaku se-menjijikan wajahnya yang cantik itu. Wajahnya yang cantik yang membuatku selalu ingin melemparkan sebongkah batu besar, menindihnya, melibasnya, menggilasnya, menggilingnya, terus melemparkannya ke dalam tong sampah. Terus melupakan wajahnya itu untuk selama-lamanya, setidaknya mencoba untuk itu. Kuharap tong sampah itu tidak seperti recycle bin. Tapi kalaupun persis, maka akan ku-klik kanan dan langsung mengarahkan pointer pada empty recycle bin lantas kutekan kuat-kuat, biar tak ada lagi yang tersisa dan benar-benar musnah seluruh intervensi wajahnya dalam memori di otakku yang kuharap tidak ada program recycle bin disana agar semua sampah seperti dia, wajah dan kenangannya bisa hilang selamanya tanpa ada satupun orang mampu meng-klik kanan dan mengarahkan pointer pada restore untuk – mungkin sekali – ditekan kuat-kuat. Tapi kalaupun ada, maka akan ku-klik kanan cepat-cepat sebelum orang lain mendahuluiku dan langsung mengarahkan pointer pada empty recycle bin lantas buru-buru kutekan kuat-kuat.

Sepertinya masih ada sedikit sisa, maka aku akan cepat-cepat melemparkan sisa-sisa wajahnya itu kedalam tong sampah. Terus melupakan sisa-sisa wajahnya itu untuk selama-lamanya, setidaknya mencoba untuk itu. Kuharap tong sampah itu tidak seperti recycle bin. Tapi kalaupun persis, maka akan ku-klik kanan dan langsung mengarahkan pointer pada empty recycle bin lantas kutekan kuat-kuat, biar musnah sudah semua wajahnya yang cantik menjijikan itu.

“Pelacur!” kataku.

 

“Sial!” ucapku kemudian sebab no.telp-nya masih tersimpan dalam phone book di ponsel-ku. Dalam seketika dan segera aku sangat ingin cepat-cepat menghapusnya dan melemparkannya kedalam tong sampah. Terus melupakan no.telp-nya untuk selama-lamanya, setidaknya mencoba untuk itu. Kuharap tong sampah itu tidak seperti recycle bin. Tapi kalaupun persis, maka akan ku-klik kanan dan langsung mengarahkan pointer pada empty recycle bin lantas kutekan kuat-kuat, biar habis sudah no.telp-nya yang berupa kombinasi angka menjijikan itu. Tapi entah kenapa tanganku malah menekan no.telp-nya itu dan terdengar suara seperti ini di seberang sana: maaf, dana anda tidak cukup untuk melakukan panggilan ini! (mungkin dengan 3 tanda seru seperti ini: maaf, dana anda tidak cukup untuk melakukan panggilan ini !!!) atau bisa jadi dengan font yang di-control B seperti ini: maaf, dana anda tidak cukup untuk melakukan panggilan ini !!! atau malah bisa jadi lebih mungkin dengan huruf kapital semua dengan control B, control I dan control U, sangat  berlebihan bukan? Sebab jadinya seperti ini: MAAF, DANA ANDA TIDAK CUKUP UNTUK MELAKUKAN PANGGILAN INI (dan masih tetap dengan tiga tanda seru, sebab kata guruku tiga bisa menunjukan tak hingga, tak perlu capek-capek lebih dari tiga!) seperti ini: !!!

“Sial!” kataku kemudian, “berapa dana yang kubutuhkan untuk membuatnya setia padaku?

“Pelacur!” 

Lantas dengan segera aku sangat ingin cepat-cepat mencoba lagi menghapus no.telp-nya dan melemparkannya kedalam tong sampah. Terus melupakan no.telp-nya untuk selama-lamanya, setidaknya mencoba untuk itu. Kuharap tong sampah itu tidak seperti recycle bin. Tapi kalaupun persis, maka akan ku-klik kanan dan langsung mengarahkan pointer pada empty recycle bin lantas kutekan kuat-kuat, biar habis sudah no.telp-nya yang berupa kombinasi angka menjijikan itu sungguh sama seperti wajah cantiknya yang juga ingin kulemparkan kedalam tong sampah, terus melupakan wajahnya itu untuk selama-lamanya, setidaknya mencoba untuk itu. Kuharap tong sampah itu tidak seperti recycle bin. Tapi kalaupun persis, maka akan ku-klik kanan dan langsung mengarahkan pointer pada empty recycle bin lantas kutekan kuat-kuat. Tapi entah kenapa, jariku yang tadi sudah menekan option pada bagian no.telp-nya lantas mengarahkannya pada delete entry, ketika ada pertanyaan; are you sure? jariku malah menekan no. (Sebenarnya mungkin no dengan tanda seru seperti ini: no! atau bisa jadi seharusnya dengan 3 tanda seru, sebab kata guruku tiga bisa menunjukan tak hingga, tak perlu capek-capek lebih dari tiga, seperti ini : no!!!. Seperti tidak puas juga jariku menambahkan control B dan control U dan mengganti hurufnya dengan kapital semua, jadinya seperti ini: NO!!!. Tapi kok control U sepertinya menggangu ya? Baiklah akan kuhilangkan saja, jadi seperti ini: NO !!! dengan spasi antara kata no dan ke-3 tanda seru agar sperti masing-masing berdiri sendiri dan menjadi sebuah kekuatan besar apabila digabung menjadi semacam frase memuakkan)

Kuharap saat ini dan selama-lamanya setiap kali aku harus terpaksa menekan no.telp-nya yang kusimpan dalam nama pelacur dalam huruf kapital semua dengan tiga tanda seru, tapi tidak ku-control B sebab tak ada fasilitas itu dalam ponselku, (PELACUR!!!) itu selalu terhubung dengan mesin yang dengan cerewet selalu berkata begini: "Telepon yang ada tuju sedang tidak aktif atau berada diluar servis area". Tapi cukup segitu saja tanpa harus memakai tanda seru, huruf kapital dan control B sebab aku pasti akan sangat muak dengannya bila kata-kata itu muncul dengan tanda seru, huruf kapital dan control B. Bila terhubung dengan kalimat wanita mesin itu memungkinkan aku menaruh curiga bahwa dia tak lagi mengaktifkan kesetiaannya atau dia sudah diluar servis areaku, maka dengan begitu kuharap aku bisa menghapus no.telp-nya dan melemparkannya kedalam tong sampah. Terus melupakan no.telp-nya untuk selama-lamanya, setidaknya mencoba untuk itu. Kuharap tong sampah itu tidak seperti recycle bin. Tapi kalaupun persis, maka akan ku-klik kanan dan langsung mengarahkan pointer pada empty recycle bin lantas kutekan kuat-kuat, biar habis sudah no.telp-nya yang berupa kombinasi angka menjijikan itu sungguh sama seperti wajah cantiknya yang juga ingin kulemparkan kedalam tong sampah, terus melupakan wajahnya itu untuk selama-lamanya, setidaknya mencoba untuk itu. Kuharap tong sampah itu tidak seperti recycle bin. Tapi kalaupun persis, maka akan ku-klik kanan dan langsung mengarahkan pointer pada empty recycle bin lantas kutekan kuat-kuat.

 

to be continued, honey. lemes...! 



"aku,

mengutukmu menjadi bidadari"

ujarnya pada mayat itu...

satu daftar baru permintaan maaf menambah sesak gudang itu....

lalu Chairil pergi,

menemui korban berikutnya... 


EPILOGUE - The King of The Lizard's Graveyard, Outdoor - Night

 

No Tears, No Beers, No Cheers

just more pasts and away

a little "logical" talks and another "really-goodbye"

 

...and i no longer refuse to wake up...

this is the time to finish the dream

 

WAKE UP!

WAKE UP!

WAKE UP!

the phone rings three times

i pick it up...

"hello?"

"hello, Heaven, its GOD, again!" a hard-deep voice says, a voice from nowhere

"oh, hi god... what's up?" i say 

"i know what's happened. so... what can i do for you?" god says

"umh... its ok GOD, I'm fine, really! Her-The Earth-fades out to the rainbow,

the rainbow-rainbow, OUR RAINBOW!" i say, loudly...  

"which rainbow?" He asks, with the excited tone, curious

 

"the rainbow i told you… THE MOST BEAUTIFULL GREY!" i say, over loud 

 

then he says, fastly, seduced-ly, "Oh wow… where is it? I feel up to look at…"

 

"...over there, beside your “great-falls”." i cut, gayfully

 

"awesome! faster-and-better…", he says and then with the diferent tone, "so it's your turn I think."

 

"yeah..., thought so..." i say, I walk to the door, open it, fresh air floods my lungs...

 

"where up to?" he asks

 

"jump off to the west I think, get dark and get the darkness, cool it off. re-set the sun down."

 

"good... the west is always the best… but just be silent, ok! dont make another fur fly! no more babble out!" he warns

 

"I won't. trust me!" i say, seriously

 

"ok... good luck then!"

 

"so do you."

"i'll see you again, Heav!" he adds

"cool! faster-and-better. PLAY SAFE !!!!" I say, laugh

he laughs too and click

i put the phone, look up to the sky, and go get the shower...

awh...cold water... it's real!

i really wake up, i feel the cold water bites my skin, the tooth paste bites my teeth, the soap bubbles bite my eyes, and Chairil's knife bites my heart...

and it hurts...

the dream is finally over

                                            === the end ===

 

Cianjur, June 29th 08


spol cycs tiht iwt esl liw em iteht

eri fyl ohehtybtnr ube bl liw e fileht

es irnusk cal bl lufitua ebas aem ocl liwht aedeht

tu oed afdna ya waylfst irip seht

det trap edl lufhti afeh totk cabo gsei dobeht

 

(tcej orpe sre vereht lo ohc saht nam as, 8002 en uj)


Blog EntryLeg nan aebn acen oyr eveJun 24, '08 1:52 PM
for everyone

W onec nad

Htu oyd et saw

Gno lo ot det ia wuo y rof

Gno sfla hayl nositn elis rof

 

Det til pse breg no lont ni asd nan at asn ehw emi teht sis iht

Ou ye matre gno lon no igil ern ehw emi teht sis iht

Ou ye dulc ni re gno lon y tin am uhn ehw emi teht sis iht

 

Leg nan aebt su j ko

Seldn ace soht el dnik

Selca rime soht eta ercer

 

 

Anale Lhurn ivr E

Qad Avihs ear Ugdam Mah Um



Blog Entrynuliskeun hirup dina tumpukan karbonMay 27, '08 7:10 AM
for everyone

ngagambar tangkal keur dituar

ngahaleuangkeun cianjuran dina luhur suhunan

curat-coret make letah dina ceuli si eta

ayeuna ngan saukur siga nuliskeun hirup dina tumpukan karbon

sabangsaning ples dis atawa yu tub

atawa mesin ketik jeung kertas-kertas kandel

kumaha sia weh...


Blog Entrylobi‑lobi (my very 1st poetry)May 21, '08 1:49 PM
for everyone

 

pasar uang bergelimang darah merah

berpadu dengan segala macam cara

cara untuk mengelupas

cara untuk menengadah

cara untuk berguling

cara untuk menggulingkan

cara untuk terjun payung

dan cara untuk menyedot darah

 

lalu ditengah amukan dahsyatnya kekuasaan

datang seorang musafir dari negeri seberang membawa kaleng

dia berjalan terseok‑seok tanpa pegangan

tiba‑tiba kakinya mengantuk sebuah batu

dan iapun terjatuh

kaleng beserta isinya

berhamburan kemana‑mana

kaleng berisi lobi‑lobi

 

Januari '97


Blog EntrySchizophreniaepisodeIVkesatu (my old poetry)May 21, '08 1:40 PM
for everyone

segala yang memulai menjadi akhir untukku

padahal sebelum kutemukan kesadaran akan ini

tatapan kicau bumi menguruskan bagian terjauh

yang tercipta dalam tubuhku

 

kucoba meratap

tetapi kosong

dan kucoba

Oh...., senang!

aku tertunduk

 

hi... hi... hi...

dia lari

mengundangku untuk mengejar

aku malah malu sendiri

dengan menitiknya sesosok airmata

yang tertawa melihat ku menitikkannya

aku diam

bisu sekali

sambil mengutuk-ngutuk airmataku (menggerutu)

Sialan, lu....!

 

dendam itu tak pernah meredam

aku tersenyum

nakal sekali

sedang kematian merogoh sakunya

membeli sebatang rokok kretek

untuk dikepulkan asapnya padaku

Aku suka rokok putih!

dia malah memarahiku

Sialan!

 

ah....

sudahlah!

kembali sudahlah menjadi kata pembelaan

padahal arjuna telah dirasuki roh lucifer

ngeri....

setiap wanita menjerit bingung

terpesona

takut

Terpesona..., takut?

diam, hening

teh manis panas kureguk

lalu kulanjutkan mendengar alunan tangis sang permadani

Ya Tuhan, karpetku basah

   genting bocor

   hujan deras lagi!

aku lupa menutup jendela

padahal aku telanjang

seorang wanita tersenyum malu

memandang titit besarku

ha... ha... ha...

dia masuk kamar

merayuku

aku berlari

meninggalkan kamarku

yang juga ingin ikut berlari

tapi injakan wanita itu dikamarku

membuatnya tertahan

 

Oh....

aku lupa

aku telanjang

sepanjang jalan ramai

tempatku berlari

rok-rok

celana dalam wanita

heboh tak tertahan

histeris

aku bangga

Jijik!

 

hening

malam jingga

pagi sendiri

senin terkencing-kencing

ruang bioskop menggelegar

Kebakaran..., kebakaran...!

satpam elektronik berteriak-teriak

aku tetap telanjang

sebab belum selesai

mempertontonkan

 

dunia..., oh dunia...!

aku mulai terangsang

Mabuk! dasar gila

gila sebelum datang dua butir kepala

Ini meluncur, Sayang!

sialan

aku menguap

dan tetap

telanjang!

 

Tuhan tersenyum tipis sekali

khawatir

aku memang gila, Tuhan!

Terserah! kata Tuhan

ih, jahat...!

sebel...!

 

aku mengulang-ulang nama dia para wanita, wanita-wanita...

seribu kali:

ana, dewi, tanti, vinka, yani, suzan,....
banyak

siapa?

 

kecupan terakhirmu akan selalu kukenang, honey

dan kaupun pergi

memperlihatkan pantat seksimu padaku

kamu kentut?

 

diam-diam kuketuk pintu hatinya

tok..., tok..., tok..., petok...!

suara ayam tak berkandang

dia terbangun

memandang ayam yang berkokok

aku berkokok

walah...

aku bersayap

aku berparuh

aku ayam

aku pangeran ayam

yang menjadi superman

bukan pangeran kodok ternyata

 

ternyata,

ternyata...

biarlah kuselesaikan waktu

hingga hari menjelang

aku mencipta sebuah keinginan

terbang

Tuhan,please...!

 

aku terbang esok harinya

tapi terjatuh berdebum

boom!

brengsek

tulang-tulangku patah

aku bangkit

Film Kartun!

ada nenek tertimpa sampai mati

Sadis!

wanita cantik?

Kalau itu lumayan asyik!

dasar!

 

jangan matikan lampu

jangan hentikan baca

sebab mata masih ada

sebab cahaya masih tersedia

suara mengalun merdu

memperlihatkan gigi-gigi putihnya

ih...

itu hantu

yang menjadi penyanyi

sebab malam kian larut

aku tidak takut

biar terus menjadi angin

dan bulu-bulu angsa

rokok amerika

aku mimpi

aku bangun

terkesiap

memandang

gadis cantik!

kurayu

dengan peluk

hangat

hasrat

tulus sekali

dia menamparku

Terlalu keras, tahu!

 

ha..., ha..., ha...

sementara kau kubodohi

aku terus berjalan

menyusuri heningnya padam

mataku berat

mungkin aku akan mati

Tidak..., kau tidak akan mati!

aku menjerit...[1]                                                                                                      bandung, 4 november 1999

 


[1] SchizophreniaEpisodeIV ke-1   (hanya huruf2 yang dimiringkan)

Oh...., senang!

Sialan, lu....!

Aku suka rokok putih!

Sialan!

Terpesona..., takut?

Ya Tuhan, karpetku basah

   genting bocor

   hujan deras lagi!

Oh....

Jijik!

Kebakaran..., kebakaran...!

Mabuk! dasar gila

Ini meluncur, Sayang!

Terserah! kata Tuhan

Tuhan,please...!

Film Kartun!

Sadis!

Kalau itu lumayan asyik!

Terlalu keras, tahu!

Tidak..., kau tidak akan mati!


Blog EntrySILENTIUM VER. 1.1May 8, '08 12:55 AM
for everyone

Mengurai debu pada sebuah kartu pos bergambar sebuah jembatan

yang menjadi visual pada kekeringan musim di tenggara

dan suara-suara pada frekwensi keheningan yang mencekam

membersihkan debu pada kartu pos itu

bahkan menghapus gambarnya

menekan tombol mute dan mencabut karet tombolnya secara permanen

 

dengan menyebut nama chairil dan rasa

dengan menyebut nama willy dan balada

dengan menyebut nama soetardjie dan mantra-mantra

dengan menyebut nama afrizal dan coca-cola

dengan menyebut nama kriapur dan solilokui

dengan menyebut nama dj p0p dan schizophrenia

dengan menyebut nama mgv dan magnesia

dengan menyebut nama niskala dan psikedelia

dalam sebuah glossolalia panjang tak beraturan

dengan berkaca pada cermin warisan borges

dalam sebuah kereta kundera dan seribu derida

serta roda-roda kafka dan ensiklopedia

sehening persenggamaan tuhan dan rabiah

dan asap dupa untuk para penyihir bijaksana

dan noktah-noktah rindu rumi dan syam

HILANGLAH TANDA SERU


anarkisme!

anarkisme?

ya, anarkisme...

kenapa anarkisme?

sebab hanya itu

gak ada yang lain?

gak...

 

 


Blog EntryHappy Birthday To Me May 6, '08 3:17 PM
for everyone

 

semoga kalian semua masuk surga

 


Mimpi

Terang bulan

Pecahan entah keseberapa ratus menghunjamkan catatan Andras Aradi yang dituangkan Billie Holliday dalam rupa youtube dengan slide show foto-foto sephia pada pertengahan abad ke-20

Mobil vintage dan bunga diatas topi

Deru redam serangan swastika terbalik pada anarkisme cinta di balik restoran sapi gulung

Grand Piano dan tangan-tangan matematis

Serta sebuah surat dalam amplop coklat berisi domba-domba putih mengembikan seribu jerawat di muka kamu

 Seperti muka terakhirmu yang kulihat di cerminan bulan purnama mei 2004

Saat aku melolong di atas puncak bukit tempat para hyang berkomunikasi dengan agen-agennya

Saat kita tidak tahu lagi seberapa ranjang pernah kita jajaki kemuramannya

Saat denging ribuan cahaya di telinga kita melemparkanku pada percakapan-percakapan terakhir kita

Percakapan-percakapan tentang daftar panjang para penjinak buaya atau percakapan tentang model rambut kita yang terjebak pada kejayaan 1999

Atau percakapan tentang 7 hari yang diteriakan Robert Smith seperti yang telah diteriakan para nabi fantasi dari negeri kubus

Dan kamu ingat lighter zippo kita yang mereplica bangunan para dewa? Kamu ingat lagu itu yang tiba-tiba aku nyanyikan tanpa sadar meski aku tak suka komposernya…

Ayo, sayang… nyalakan apiku! Lalu jarimu memetik dawai zippo, terbunyi denting khas, lalu kamu menggasak pemantik, lalu api, lalu kamu membakarku, setiap kali, selalu seperti itu, aku hangus dan hidup kembali dalam tubuh baru, bayi baru… seperti phoenix dan kamu adalah tuhan para phoenix

Ah kamu…

 

Sarkas kita di bulan purnama itu

Melejitkan tubuhmu seperti ujung-ujung api

Terlepas memadam

Dan aku begitu batu

 Terboyak banal

Lalu jeritan-jeritan teredam yang memecahkan salah satu asset bersama kita di kamar terakhir itu, cermin ajaib pemberian Borges yang bisa menggandakan kita berdua sehingga kita selalu punya penggaris untuk mengetahui jarak kita, dan kamu selalu akurat menebak itu

Ah kamu…  

 

Gergaji angin membadai di kepalaku

Surup tubuhmu pada tubuhnya

Dia yang datang pada purnama sama pada april 2008

Empat tahun wajahmu menato permanent di kurva-kurva nini anteh

Lalu tiba-tiba itu semua tercetak di mukanya

Membentuk senyumnya

Menyempurnakan wajahnya menjadi tidak simetris

Mengalunkan suaranya, dalam frekwensi tertentu ada kamu di situ…

Ah kamu…

Udah ya…!? (manja)


Blog EntryANOTHER WACKO TESTAMENTApr 26, '08 12:01 PM
for everyone

 Ada jurang yang sangat dalam menghalangi langkahku menuju barat

Ada jurang yang tak bisa kuloncati

Tak ada jembatan

Tak mungkin kembali ke timur

Tak mungkin belok kearah lain mencari jalan memutar

Lewat utara atau lewat selatan

Tak mungkin memutuskan dua arah itu… utara atau selatan

sebab aku kehabisan koin untuk kulempar

Hingga kemudian aku tahu

bahwa aku harus terjun ke jurang itu

tanpa harus menghiraukan lagi barat atau arah-arah lain

tak perlu lagi koin atau dadu yang sudah tak kumiliki lagi itu

sebab pilihan sudah pasti

dengan resiko paling beresiko tinggi…