Catatan Pendongeng Keliling

Blog EntryAbu-Abu TercantikFeb 13, '08 1:11 AM
for everyone

        Menjadi tapi tidak terjadi. Mengada tapi tak ada. Begitulah sekira-kira adanya. Ada menjadikan tak-ada, tak-ada menjadikan ada. Begitupun juga sekira-kira ada-nya dan ke-tak-ada-annya.

        Hingga begitulah kami, saling mengada, saling mentak-ada, saling melengkapi dengan ribuan aksesoris kosmis yang pernah menjadi mimpi-mimpi muda kami.

        Kiranya beginilah saat abu-abu berada pada pose tercantiknya. Abu-abu tercantik. Bukan abu-abu terbaik. Aku tak begitu ingin mendapatkan yang terbaik dari abu-abu, cukup yang tercantik, yang terindah. Abu-abu yang memberikan siluet-siluet panjang pada frekwensi suara 1 kH, dengan spektrum-spektrum yang membuyar terbelah-belah pada frekwensi yang berbeda-beda dengan akronim non-acak mejikuhibiniu:

 

Merah: saat abu-abu sedang matang di pohon, siap di petik. Ranum, menggiurkan, menderaskan ludah menjadi lebih cair. Fresh! 

 

Jingga: saat abu-abu sangat matang, siap disantap. Tersaji pada meja makan, dengan pisau kupas disebelahnya, sensasi rasanya melonjak pada ujung-ujung lidah. Fade!

 

Kuning: saat abu-abu mengurai kiri dan kanan, mengurai perbedaan, mengurai interaksi, bersosial, mendikotomikan hitam dan putih. Taboo!

 

Hijau: saat abu-abu bermunculan dari dasar bumi, mencengkeram tanah, meresap air, menyejukan senyum dan tangis, meredakan tawa dan marah, segar.... Memanjakan mata, melonggarkan dada, menetralkan asap. Cool!

 

Biru: saat abu-abu mencoba bangkit, mewarnai kembali langit, mengkontras gunung dan tanah, mengharmoni laut, terbang berserakan menjadi selimut angkasa di langit utara di siang redup  tak berawan. Blue!

 

Nila: saat abu-abu terpuruk pada titik terendah dari kesakitan, terbangun, menggeliat, merusak putih pada titik terhitamnya, bersembunyi pada warna-warna coklat, berharap luntur. Tragic!

 

Ungu: saat abu-abu mendandani wajahnya, mengemas tubuhnya, memeras otaknya, menjadi cantik luar biasa, dengan berpuluh nama, ungu, violet, purple, magenta, gandaria,...venus...magdalena...kartini...woolf...eva...if...samantha...sekala.... Illana!

 

        Abu-abu tercantik, rumah kami sekarang, senyum kami sekarang, kerinduan kami sekarang, amarah kami sekarang, cinta kami sekarang, realitas kami sekarang, romantisme kami sekarang. Berpijak pada intuisi dan keyakinan, pada pikir dan emosi, tuhan dan dewa-dewi, pada ikatan pernikahan yang sudah kami laksanakan diatas pualam dan tergenangi air hangat, sehangat senyum kami berdua, sehangat tumpahan nafas di tumpukan setengah waktu file-file masa lalu kami berdua:

 

        Oh Tuhan dan Dewa-Dewi

        Kami berdua saling mencintai


Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help