-remix-
mencuri roti kadaluwarsa di supermarket terkutuk
(oh, ibu peradaban apa yang membuatku menjadi seorang pencuri)
setidaknya itulah yang kami dengar di pagi ini
dari teriakan Ugoran yang semakin Melancholic Bitch pada malam-malam serunya di Jogja
dj p0p memulai remix nya dengan scratching William S. Burrough di tahun 1943 pada Rembang pagi
dan hembusan angin barat serta senyum sumringah para soul surfer di Ombak Barat yang manis
atau Pantai Bandulu yang mengusirku dua tahun lalu dengan sundutan rokok Dji Sam Soe pada sikutku
hingga membekaskan luka bakar tentang ingatan pada kulit Ayumi yang hitam sempurna
karena matahari yang tak juga reda memancarkan serangan ultra-ungu pada bagian-bagian lemah tubuhnya
saat Jack Kerouac meminang beat generation dengan On The Road dan mesin tik dan kertas-kertas panjang
dan Cobain si anak muda spektakuler hidup lagi dalam buku-buku tua di lemari tanpa kaca dj p0p
maka Niskala dan marijuana fantasinya mengobrak-abrik Jorge Luis Borges yang humoris
dengan ketulusan seseorang yang berprofesi borgessian
seperti aku yang terasuki Jim di tengah bising seperti dia yang terasuki Janis di tengah hening
yang pernah bermain di tepian-tepian ingatan dan tak lagi diingatnya sebab terinterupsi deritan pintu
ingatan terperih dari serpih murka ingatan tangis dari serpih durja ingatan perang dari serpih tinja
meski kesucian pernikahan di dalam bath thub marmer pernah kami jalani dengan sangat tertatih
pada hotel chelsea tempat Warhol dipuja dengan serbuan asap dupa dan lukisan naif Basquiat
yang kutiru dengan coretan spidol merah hitam pada poster pameran Nandang Gawe di papan-papan promosi
saat Bandung masih diwarnai darah-darah riang para performance artist yang tak pernah menamatkan kuliah seninya
lalu kami semedi di pedalaman Utopia rimbun dibentengi deretan pohon sempur yang menjadi fosil
dengan ransel Eiger hijau yang membawa setengah hidupku di ketinggian lebih dari 3000 meter di atas permukaan laut
dari pantai Rembang delirium vespertine nya yang memancarkan bau selangkangan gadis 50ribu di persenggamaan darurat
sehingga terkadang hidungku protes dengan megap-megap karena polip ku yang membengkak tujuh tahun lalu
ditandai antrian panjang truk-truk container sepi sepanjang jalan besar Daendels karena mesinnya tak lagi menyala
karena negara tak lagi mampu mengatasi banjir pantura
dengan tatapan para supir yang beruntung bila terjebak macet
tepat di depan sebuah warung remang tempat para gadis pantura bersemayam
bau selangkangannya berbaur dengan aroma laut yang menyengat
dan ikan-ikan asin yang sedang dijemur sepanjang jalan pinggir pantai
kehilangan kesempatan menikmati senja pantai Sawarna di selatan pada daerah kekuasaan Ratu Kidul
atau sunrise suci di puncak Gunung Padang diantara tumpukan batu-batu gamelan dari zaman megalitik
atau perjalanan pantai yang benar-benar menggairahkan dengan senyum ayahnya menghiasi sunset
dan benang-benang pancing yang tersangkut besi-besi dermaga
tak seperti ingatanku setahun lalu saat terpanggang teriknya pantai Seminyak-DoubleSix-Kuta
atau saat Sanur menjadi sepi karena bom kedua meledak menghancurkan headline naiknya harga minyak
dan memboikot para kawan bermegaphone di bawah jembatan layang Paspati
saat waktu jadi kadaluwarsa seperti roti yang kucuri di supermarket terkutuk itu...
say farewell to bandung
meski Bono mengulang-ulang nama kota seperti New Orleans London Belfast atau Berlin
di halaman hijau ibu angkatku di Nyuh Kuning Ubud
serta lukisan pensil wanita bule cantik ayah angkatku di Ubud Raya
ketika senyumnya meredakan tangisan rindu di malam rabu sakral berbau kemenyan putih
is everyboy in? is everybody in? is everybody in?
dan mantra-mantra dari para dukun sakti di kaki Gunung Gede
yang memberiku tongkat pejalan dari kayu kaboa serta batu wulung anti pestol peluru emas warisan Si Jiih
dan inkarnasi Buddha pada tubuhku yang tak lagi lekang kebebasan
seperti ketika penari aquarius itu nyaris kunikahi sebab erangannya tak mampu kubendung
atau kitab-kitab kuning yang menelusup riang di setiap bagian permohonan para kiayi bergundik semarak
dan kidung agung luntur bersama tangisannya...tangisan gereja yang dipalsukan Konstantin si cerdas berotak panjang
say farewell to depok
seperti ketika bulan dibelah Muhammad pemuda ganteng dari padang pasir Hadarac
yang ditemukan Neil Armstrong pada video rekaan Hollywood agar Rusia tak lagi jaya
atau Laut Tengah dibelah letusan Gunung Thera yang disembunyikan sejarah
dan Musa menyeberangkan para konspirator sinting
yang memporak-porandakan Aceh dan Sidoardjo dan SUNDA ISLANDS
serta delirium ATLANTIS, meringis
saat Great Wizard merayu Adam dengan jebakan khuldi suci yang terkontaminasi ambrosia
serta ramuan rahasia yang tak pernah dibuka kemasannya meski tanggal di bungkusnya telah lewat ribuan tahun lalu
yang disusupkan begitu saja saat ingatannya lengah
sebab selangkangan Eve lebih banal dan libidinal dibanding Lilith si binal perayu sexy
yang sudah ditolak dari sejak pertama kali ditawarkan
lalu eden menghilang...bersama koak Bird of Prey berwarna hitam kelam
dan parade kucing-kucing bermata kamera menyala
dan harus hancur 5 tahun lagi sebab para penciptanya menjadi animis pemuja anime atau Naruto
say farewell to Java Land yang menjadi Java Sea
say farewell to Sundaland yang menjadi terbalik pada Sunda Islands
gara-gara kebodohan Plato membaca peta di Timeaus dan Critias
mengundang intimacy para sufi dan sofi serta pembantaian dukun santet di Selatan
pada tongkat sihir The Death yang nyaris direbut Dia-Yang-Namanya-Tak-Boleh-Disebut
seperti yang dikatakan Rowling pada testamen nya "The Deathly Hallows"
hail hail to the president of The Republic of Idiotnesia Raya
lalu kaki Nas tertembak dan anaknya mati suci bersama pelukan kuat Ade Irawan
lalu Karno tenggelam lalu Harto mati lalu dj p0p mengakhirinya dengan Seni Membunuh Koruptor
pada malam kebesarannya di pesta Kudus pada buih-buih beer dan anggur asam dalam piala emas
salute to dj p0p salute to dj p0p salute to dj p0p
Niskala penyairnya membentangkan tangan memeluk erat pagi hari dengan senyum tertunda
"ayo kita menulis novel bersama"
aku mengingatnya pada pertemuan pertamaku dengannya pada dingin malam hari kota bandung
seusai pertunjukan herry dim "Puitika Sampah" di salah satu sudut gelap cafe terminus ccf bandung
dengan kesegaran kopi hitam yang untuk pertama kalinya kupesan.
aku mengingatnya pada pertemuan keduaku dengannya pada sesak kereta ekonomi kahuripan menuju jogja
seusai pertengkaran hebatku dengan salah seorang kekasih manja yang memintaku untuk tetap tinggal di bandung
dengan sebatang gudang garam filter tengik dan omelan-omelan panjangku yang di dengarnya dengan sabar
aku mengingatnya pada pertemuan ketigaku dengannya pada panasnya jogja yang asing
seusai pertujukan puisi pertamaku di viavia cafe yang gagal di hantam masalah teknis
dengan sejilid buku Jorge Luis Borges yang menjadi kitab suci alternatifku
aku mengingatnya pada pertemuan keempatku dengannya pada sombongnya depok dan kantin sastra UI
seusai persenggamaan galauku dengan salah seorang kekasih yang nyaris direbut gitaris pembawa bencana berbibir sombong
dengan sejumput kenangan parau yang dicobateriakan kembali melalui toa-toa butut peninggalan reformasi
aku mengingatnya pada pertemuan kelimaku dengannya pada romantisme ubud dan hutan monyet
seusai openmike flava lounge yang tak lagi menjadikanku idola rabu malam tak seperti malam-malam sebelumnya
dengan sejumlah foto yang kupajang lekat di setiap folder visualku yang diambil kamera digital ibu angkatku
aku mengingatnya pada pertemuan keenamku dengannya pada jalan-jalan kota rembang yang lengang dan mendung berbau laut
seusai keputusanku untuk selibat yang kulakukan dengan tergesa sebab tak ada lagi sperma yang tersisa
dengan sekantong tulisan yang kujejalkan pada flashdisk biru pemberian kakakku
aku mengingatnya pada pertemuan ketujuhku dengannya pada rumah-rumah tua kota cina kuno lasem
seusai keputusanku menulis novel bareng dengannya yang disusun rapi pada sebuah kalimat pertama dan kegilaan-kegilaan sastra
dengan semangkuk candu yang disuguhkan seorang nenek tua berambut putih berbahasa bunga dan syairsyair cina
aku mengingat ratusan pertemuanku dengannya selama 9 tahun pada kecerahan kota fantasi yang kami bangun dulu
seusai melihat senyum androginnya yang tulus dan dipenuhi literatur-literatur yang akan membuat nirwan dewanto terhenyak
dengan ribuan ingatan bersama ratusan kekasih dan 3 delirium ingatannya pada Warhol, Cobain dan Miller
serta konser bjork yang sengaja kami lewatkan dan akan kami sesali seumur hidup
aku akan menyesali hidupku setiap detik bila tak pernah mengenal lelaki bernama dj p0p ini
dan aku tahu di usia rentaku, aku takkan mengingat apapun kecuali ingatan-ingatan bersama lelaki ini