Catatan Pendongeng Keliling

Blog EntryOne Night in Lucid DreamingMar 21, '08 12:18 PM
for everyone

A lucid dream, also known as a conscious dream, is a dream in which the person is aware that he or she is dreaming while the dream is in progress. During lucid dreams, it is possible to exert conscious control over the dream characters and environment, as well as to perform otherwise physically impossible feats. Lucid dreams can be extremely real and vivid depending on a person's level of self-awareness during the lucid dream.[1]

A lucid dream can begin in one of two ways. A dream-initiated lucid dream (DILD) starts as a normal dream, and the dreamer eventually concludes that he or she is dreaming, while a wake-initiated lucid dream (WILD) occurs when the dreamer goes from a normal waking state directly into a dream state with no apparent lapse in consciousness.

Lucid dreaming has been researched scientifically, and its existence is well established.[2][3] Scientists such as Allan Hobson, with his neurophysiological approach to dream research, have helped to push the understanding of lucid dreaming into a less speculative realm.

wikipedia

 

Before Sleeping: saya melakukan hal dibawah ini secara bersamaan

- Saya mengaktifkan audio software Atmophere Deluxe dengan atmosfir Storm dengan volume 60 % di PC saya

- Saya mengaktifkan audio softaware I-Doser dengan dosis Lucid  dengan volume 30% di PC saya

- Saya memutar video Scotch Mist Radiohead dengan volume 90% di PC saya dengan kondisi repeat playlist di Windows Media Player di Screen 1 dan Visualisation di Screen 2 dengan tema Ambient

- Saya menghisap selinting tembakau tampang dilinting dengan daun kawung dengan campuran hashish yang saya produksi sendiri dan sedikit tambahan Apel Jin yang saya beli di pasar tradisional

- Lampu kamar saya gelapkan

- Saya minum sebotol Beer Organic Storm Gold yang dikirim seorang teman dari Bali

- Saya makan sebatang coklat Cadbury Black Forest

- Saya membayangkan adegan-adegan di novel saya yang baru yang sudah selesai 50% berjudul Fiksi-fiksi Bohlam dan Beberapanya Padam

- Hingga saya ketiduran

 

Lucid Dreaming:

Adegan pertama saya berada di dalam sebuah kereta kencana, yang saat itu sudah tidak asing lagi buat saya,  di atas laut yang tidak berombak, kereta itu tidak melayang, saya tahu, tapi saya tidak tahu bagaimana kereta itu berjalan, apakah menyentuh air atau tidak, keretanya tidak berkuda. langit mendung, tapi matahari, bulan dan bintang datang bersamaan. Saya ditemani seorang perempuan yang saat itu saya rasa sebagai Istri saya, tapi saya tidak pernah melihat perempuan ini di dunia nyata. dia memakai mahkota, saya lupa bentuk mahkotanya, tapi yang pasti bertabur berlian, karena saya bisa melihatnya gemerlapan tertimpa cahaya matahari yang muncul dari sun roof kereta kencana itu. hingga adegan ini saya belum tahu bahwa saya sedang bermimpi dan terasa sangat nyata. di adegan ini saya hanya jadi penonton pasif, semua diarahkan oleh skenario mimpi dengan sutradara entah siapa.

Adegan kedua, saya mengetahui bahwa itu mimpi, kemudian saya mencoba untuk bangun, karena entah kenapa suasananya terasa horor, mungkin karena pandangan perempuan itu yang begitu dingin. saya mendengar lamat-lamat suara-suara dari PC saya, dan melihat gemerlapan visual dari screen 2. anehnya saya tidak berada di kamar saya ketika terbangun itu. lalu saya bangkit dan mencoba keluar dari kamar itu, ternyata pintunya langsung ke luar rumah, saya melihat sebuah lapangan luas, saya tidak tahu masih mimpi. di lapangan itu berjejer jutaan manusia, telanjang, tapi tidak mendengar sedikitpun suara manusia, hanya sebuah lagu yang berasal dari sebuah panggung concert yang megah dan saya melihat radiohead sedang concert membawakan lagu Nude, tapi volumenya kecil sekali. saya sangat girang dan mencoba mendekati panggung, ingin melihat radiohead lebih dekat. saya melewati manusia-manusia telanjang itu, dan kaget ketika melihat pandangan mereka kosong seperti mayat, terarah lurus ke arah panggung yang gemerlap. ketika sudah berada tepat di depan panggung, volume lagu dari sound-sound besar itu tetap sekecil tadi, saya heran, dan baru sadar bahwa saya masih berada di dalam mimpi, tapi kali ini saya menolak bangun, karena sangat ingin bertemu Radiohead di belakang panggung, lalu saya menuju kesana, menunggu mereka selesai manggung. tiba-tiba guntur dan halilintar bersahutan ditimpa suara noise panjang dan hujan yang lebat. saya mencoba berteduh di sebuah tenda putih, dan melihat semua personil Radiohead berada disana. saya kaget, ekspresi mereka sama kosongnya seperti orang-orang yang di luar. saya bertanya kenapa pada thom yorke, dia menjawab tergagap, dan tiba-tiba mereka malah memainkan musik di tenda itu dengan lagu Weird Fish Carpegie masih dengan ekspresi muka yang kosong. bulu kuduk saya merinding, saya keluar tenda. di luar suasana sudah berubah, menjadi di pinggir pantai, sangat mendung, berkabut dan saya melihat sebuah laut tanpa ombak dan tanpa akhir. tak ada apa-apa. saya benar-benar berada di atas air. ketika sadar hal itu, saya tercebur dan lantas tenggelam karena tiba-tiba saya tak bisa bernang. lalu ada sesuatu yang menarik kaki saya, entah apa...saya meronta, terus meronta dan terbangun dalam keadaan banjir keringat, basah, jauh dari tempat tidur.

Adegan ketiga diawali dengan hal itu, banjir keringat, basah, jauh dari tempat tidur, tapi saya berada di kamar saya. anehnya, kali ini kamar saya terang benderang dengan empat lampu halogen di tiap sudut kamar, dan kamar saya kosong, kecuali seseorang yang terbujur kaku dangan erangan minta tolong di salah satu sudut kamar, seorang perempuan, badannya belepotan darah, tapi saya tidak melihat luka sedikitpun di tubuhnya, dan saat itu saya baru sadar bahwa darah itu berasal dari luka-luka di sekujur tubuh saya, juga baru sadar bahwa saya bukan basah oleh keringat, tapi oleh darah, saya menjerit kaget, meski bukan karena rasa sakit, karena tidak terasa sakit sedikitpun, jeritan saya ternyata tidak mengeluarkan suara sedikitpun. saya berlari keluar kamar. diluar sepi, tak ada orang, hening mencekam. matahari bulan dan bintang berada bersamaan di arah barat dalam cuaca mendung, tapi saya bisa melihat jelas mereka. kesadaran saya tiba2 mengatakan bahwa kiamat tinggal tiga hari lagi, dan bumi akan gelap selama tiga hari ke depan. lalu ponsel saya berdering, sekali, dua kali, tiga kali. baru saya mengangkatnya. halo? halo? dan ponselnya masih berdering, tapi ada suara menjawab di ear phone-nya. ervin, katanya, saya tuhan...

semuanya tiba-tiba berputar dengan iringan dering ponsel...

dan saya benar-benar terbangun...dengan jantung berdegup kencang...seseorang menelepon saya...saya mengambil ponsel...melihat nomornya 0818160*** saya mengangkatnya, halo?

di luar hari sudah siang, PC saya sudah mati, dimatikan adik saya, suara di seberang menjawab, halo, ervin? suara wanita yang tak asing di telingaku ya, jawabku. aku kangen kamu, katanya dengan terisak...

saat itu saya langsung tahu bahwa saya masih mimpi...dan langsung mengendalikan semuanya...menjawab isakannya...ya, aku juga kangen kamu...tiba-tiba perasaan bahagia menyeruak dalam diri saya...dan saya ingin mimpi itu berlanjut terus, menolak bangun...

dan saya benar-benar tidak pernah bangun lagi...terjebak dalam kebahagiaan itu, dalam mimpi itu...

 :')   


10 CommentsChronological   Reverse   Threaded
bessyp0p wrote on Mar 22
keren pisan!!!

selamat!!!

p0p
mimpikiri wrote on Mar 22
sebutkan syarat-syarat agar bisa berlucid dream ria ???

dan jawabannya adalah :
ruhlelana wrote on Mar 22
selalu sadar dan curiga, dalam keadaan apapun... dan resep-resep di atas
eternalecho wrote on Mar 23
I'm Lucid Dreaming while I'm awake, and back to reality when I'm sleeping.
ruhlelana wrote on Mar 23
heuheuheu...
itu guru lucid dreaming gw...
eternalecho...
heuheuheuheu...
ruhlelana wrote on Apr 14
masih bertahan menolak bangun...
selang2 infus masih terpasang...
trippyscatterbrain wrote on Jun 20, edited on Jun 20
In my head this was a movie directed by michel gondry with the title "Lucid Ervin"
ruhlelana wrote on Jun 23
In my head this was a movie directed by michel gondry with the title "Lucid Ervin"
wow... kayaknya keren tuh...
i'm flattered...hehehe...
is it a compliment??? heu...
rsaraswati wrote on Jun 30
perih lagi.
ruhlelana wrote on Jun 30
perih lagi.
lebih perih dari kelihatannya :-D
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help