Catatan Pendongeng Keliling

ervin's posts with tag: (wellcomenoise!)

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag (wellcomenoise!)
Blog EntryOne Night in Lucid DreamingMar 21, '08 12:18 PM
for everyone

A lucid dream, also known as a conscious dream, is a dream in which the person is aware that he or she is dreaming while the dream is in progress. During lucid dreams, it is possible to exert conscious control over the dream characters and environment, as well as to perform otherwise physically impossible feats. Lucid dreams can be extremely real and vivid depending on a person's level of self-awareness during the lucid dream.[1]

A lucid dream can begin in one of two ways. A dream-initiated lucid dream (DILD) starts as a normal dream, and the dreamer eventually concludes that he or she is dreaming, while a wake-initiated lucid dream (WILD) occurs when the dreamer goes from a normal waking state directly into a dream state with no apparent lapse in consciousness.

Lucid dreaming has been researched scientifically, and its existence is well established.[2][3] Scientists such as Allan Hobson, with his neurophysiological approach to dream research, have helped to push the understanding of lucid dreaming into a less speculative realm.

wikipedia

 

Before Sleeping: saya melakukan hal dibawah ini secara bersamaan

- Saya mengaktifkan audio software Atmophere Deluxe dengan atmosfir Storm dengan volume 60 % di PC saya

- Saya mengaktifkan audio softaware I-Doser dengan dosis Lucid  dengan volume 30% di PC saya

- Saya memutar video Scotch Mist Radiohead dengan volume 90% di PC saya dengan kondisi repeat playlist di Windows Media Player di Screen 1 dan Visualisation di Screen 2 dengan tema Ambient

- Saya menghisap selinting tembakau tampang dilinting dengan daun kawung dengan campuran hashish yang saya produksi sendiri dan sedikit tambahan Apel Jin yang saya beli di pasar tradisional

- Lampu kamar saya gelapkan

- Saya minum sebotol Beer Organic Storm Gold yang dikirim seorang teman dari Bali

- Saya makan sebatang coklat Cadbury Black Forest

- Saya membayangkan adegan-adegan di novel saya yang baru yang sudah selesai 50% berjudul Fiksi-fiksi Bohlam dan Beberapanya Padam

- Hingga saya ketiduran

 

Lucid Dreaming:

Adegan pertama saya berada di dalam sebuah kereta kencana, yang saat itu sudah tidak asing lagi buat saya,  di atas laut yang tidak berombak, kereta itu tidak melayang, saya tahu, tapi saya tidak tahu bagaimana kereta itu berjalan, apakah menyentuh air atau tidak, keretanya tidak berkuda. langit mendung, tapi matahari, bulan dan bintang datang bersamaan. Saya ditemani seorang perempuan yang saat itu saya rasa sebagai Istri saya, tapi saya tidak pernah melihat perempuan ini di dunia nyata. dia memakai mahkota, saya lupa bentuk mahkotanya, tapi yang pasti bertabur berlian, karena saya bisa melihatnya gemerlapan tertimpa cahaya matahari yang muncul dari sun roof kereta kencana itu. hingga adegan ini saya belum tahu bahwa saya sedang bermimpi dan terasa sangat nyata. di adegan ini saya hanya jadi penonton pasif, semua diarahkan oleh skenario mimpi dengan sutradara entah siapa.

Adegan kedua, saya mengetahui bahwa itu mimpi, kemudian saya mencoba untuk bangun, karena entah kenapa suasananya terasa horor, mungkin karena pandangan perempuan itu yang begitu dingin. saya mendengar lamat-lamat suara-suara dari PC saya, dan melihat gemerlapan visual dari screen 2. anehnya saya tidak berada di kamar saya ketika terbangun itu. lalu saya bangkit dan mencoba keluar dari kamar itu, ternyata pintunya langsung ke luar rumah, saya melihat sebuah lapangan luas, saya tidak tahu masih mimpi. di lapangan itu berjejer jutaan manusia, telanjang, tapi tidak mendengar sedikitpun suara manusia, hanya sebuah lagu yang berasal dari sebuah panggung concert yang megah dan saya melihat radiohead sedang concert membawakan lagu Nude, tapi volumenya kecil sekali. saya sangat girang dan mencoba mendekati panggung, ingin melihat radiohead lebih dekat. saya melewati manusia-manusia telanjang itu, dan kaget ketika melihat pandangan mereka kosong seperti mayat, terarah lurus ke arah panggung yang gemerlap. ketika sudah berada tepat di depan panggung, volume lagu dari sound-sound besar itu tetap sekecil tadi, saya heran, dan baru sadar bahwa saya masih berada di dalam mimpi, tapi kali ini saya menolak bangun, karena sangat ingin bertemu Radiohead di belakang panggung, lalu saya menuju kesana, menunggu mereka selesai manggung. tiba-tiba guntur dan halilintar bersahutan ditimpa suara noise panjang dan hujan yang lebat. saya mencoba berteduh di sebuah tenda putih, dan melihat semua personil Radiohead berada disana. saya kaget, ekspresi mereka sama kosongnya seperti orang-orang yang di luar. saya bertanya kenapa pada thom yorke, dia menjawab tergagap, dan tiba-tiba mereka malah memainkan musik di tenda itu dengan lagu Weird Fish Carpegie masih dengan ekspresi muka yang kosong. bulu kuduk saya merinding, saya keluar tenda. di luar suasana sudah berubah, menjadi di pinggir pantai, sangat mendung, berkabut dan saya melihat sebuah laut tanpa ombak dan tanpa akhir. tak ada apa-apa. saya benar-benar berada di atas air. ketika sadar hal itu, saya tercebur dan lantas tenggelam karena tiba-tiba saya tak bisa bernang. lalu ada sesuatu yang menarik kaki saya, entah apa...saya meronta, terus meronta dan terbangun dalam keadaan banjir keringat, basah, jauh dari tempat tidur.

Adegan ketiga diawali dengan hal itu, banjir keringat, basah, jauh dari tempat tidur, tapi saya berada di kamar saya. anehnya, kali ini kamar saya terang benderang dengan empat lampu halogen di tiap sudut kamar, dan kamar saya kosong, kecuali seseorang yang terbujur kaku dangan erangan minta tolong di salah satu sudut kamar, seorang perempuan, badannya belepotan darah, tapi saya tidak melihat luka sedikitpun di tubuhnya, dan saat itu saya baru sadar bahwa darah itu berasal dari luka-luka di sekujur tubuh saya, juga baru sadar bahwa saya bukan basah oleh keringat, tapi oleh darah, saya menjerit kaget, meski bukan karena rasa sakit, karena tidak terasa sakit sedikitpun, jeritan saya ternyata tidak mengeluarkan suara sedikitpun. saya berlari keluar kamar. diluar sepi, tak ada orang, hening mencekam. matahari bulan dan bintang berada bersamaan di arah barat dalam cuaca mendung, tapi saya bisa melihat jelas mereka. kesadaran saya tiba2 mengatakan bahwa kiamat tinggal tiga hari lagi, dan bumi akan gelap selama tiga hari ke depan. lalu ponsel saya berdering, sekali, dua kali, tiga kali. baru saya mengangkatnya. halo? halo? dan ponselnya masih berdering, tapi ada suara menjawab di ear phone-nya. ervin, katanya, saya tuhan...

semuanya tiba-tiba berputar dengan iringan dering ponsel...

dan saya benar-benar terbangun...dengan jantung berdegup kencang...seseorang menelepon saya...saya mengambil ponsel...melihat nomornya 0818160*** saya mengangkatnya, halo?

di luar hari sudah siang, PC saya sudah mati, dimatikan adik saya, suara di seberang menjawab, halo, ervin? suara wanita yang tak asing di telingaku ya, jawabku. aku kangen kamu, katanya dengan terisak...

saat itu saya langsung tahu bahwa saya masih mimpi...dan langsung mengendalikan semuanya...menjawab isakannya...ya, aku juga kangen kamu...tiba-tiba perasaan bahagia menyeruak dalam diri saya...dan saya ingin mimpi itu berlanjut terus, menolak bangun...

dan saya benar-benar tidak pernah bangun lagi...terjebak dalam kebahagiaan itu, dalam mimpi itu...

 :')   


-remix-

 mencuri roti kadaluwarsa di supermarket terkutuk

(oh, ibu peradaban apa yang membuatku menjadi seorang pencuri)

setidaknya itulah yang kami dengar di pagi ini

dari teriakan Ugoran yang semakin Melancholic Bitch pada malam-malam serunya di Jogja

dj p0p memulai remix nya dengan scratching William S. Burrough di tahun 1943 pada Rembang pagi

dan hembusan angin barat serta senyum sumringah para soul surfer di Ombak Barat yang manis

atau Pantai Bandulu yang mengusirku dua tahun lalu dengan sundutan rokok Dji Sam Soe pada sikutku

hingga membekaskan luka bakar tentang ingatan pada kulit Ayumi yang hitam sempurna

karena matahari yang tak juga reda memancarkan serangan ultra-ungu pada bagian-bagian lemah tubuhnya

saat Jack Kerouac meminang beat generation dengan On The Road dan mesin tik dan kertas-kertas panjang

dan Cobain si anak muda spektakuler hidup lagi dalam buku-buku tua di lemari tanpa kaca dj p0p

maka Niskala dan marijuana fantasinya mengobrak-abrik Jorge Luis Borges yang humoris

dengan ketulusan seseorang yang berprofesi borgessian

seperti aku yang terasuki Jim di tengah bising seperti dia yang terasuki Janis di tengah hening

yang pernah bermain di tepian-tepian ingatan dan tak lagi diingatnya sebab terinterupsi deritan pintu

ingatan terperih dari serpih murka ingatan tangis dari serpih durja ingatan perang dari serpih tinja

meski kesucian pernikahan di dalam bath thub marmer pernah kami jalani dengan sangat tertatih

pada hotel chelsea tempat Warhol dipuja dengan serbuan asap dupa dan lukisan naif Basquiat

yang kutiru dengan coretan spidol merah hitam pada poster pameran Nandang Gawe di papan-papan promosi

saat Bandung masih diwarnai darah-darah riang para performance artist yang tak pernah menamatkan kuliah seninya

lalu kami semedi di pedalaman Utopia rimbun dibentengi deretan pohon sempur yang menjadi fosil

dengan ransel Eiger hijau yang membawa setengah hidupku di ketinggian lebih dari 3000 meter di atas permukaan laut

dari pantai Rembang delirium vespertine nya yang memancarkan bau selangkangan gadis 50ribu di persenggamaan darurat

sehingga terkadang hidungku protes dengan megap-megap karena polip ku yang membengkak tujuh tahun lalu

ditandai antrian panjang truk-truk container sepi sepanjang jalan besar Daendels karena mesinnya tak lagi menyala

karena negara tak lagi mampu mengatasi banjir pantura

dengan tatapan para supir yang beruntung bila terjebak macet

tepat di depan sebuah warung remang tempat para gadis pantura  bersemayam

bau selangkangannya berbaur dengan aroma laut yang menyengat

dan ikan-ikan asin yang sedang dijemur sepanjang jalan pinggir pantai

kehilangan kesempatan menikmati senja pantai Sawarna di selatan pada daerah kekuasaan Ratu Kidul

atau sunrise suci di puncak Gunung Padang diantara tumpukan batu-batu gamelan dari zaman megalitik

atau perjalanan pantai yang benar-benar menggairahkan dengan senyum ayahnya menghiasi sunset

dan benang-benang pancing yang tersangkut besi-besi dermaga

tak seperti ingatanku setahun lalu saat terpanggang teriknya pantai Seminyak-DoubleSix-Kuta

atau saat Sanur menjadi sepi karena bom kedua meledak menghancurkan headline naiknya harga minyak

dan memboikot para kawan bermegaphone di bawah jembatan layang Paspati

saat waktu jadi kadaluwarsa seperti roti yang kucuri di supermarket terkutuk itu...

say farewell to bandung

meski Bono mengulang-ulang nama kota seperti New Orleans London Belfast atau Berlin

di halaman hijau ibu angkatku di Nyuh Kuning Ubud

serta lukisan pensil wanita bule cantik ayah angkatku di Ubud Raya

ketika senyumnya meredakan tangisan rindu di malam rabu sakral berbau kemenyan putih

is everyboy in? is everybody in? is everybody in?

dan mantra-mantra dari para dukun sakti di kaki Gunung Gede

yang memberiku tongkat pejalan dari kayu kaboa serta batu wulung anti pestol peluru emas warisan Si Jiih

dan inkarnasi Buddha pada tubuhku yang tak lagi lekang kebebasan

seperti ketika penari aquarius itu nyaris kunikahi sebab erangannya tak mampu kubendung

atau kitab-kitab kuning yang menelusup riang di setiap bagian permohonan para kiayi bergundik semarak

dan kidung agung luntur bersama tangisannya...tangisan gereja yang dipalsukan Konstantin si cerdas berotak panjang

say farewell to depok

seperti ketika bulan dibelah Muhammad pemuda ganteng dari padang pasir Hadarac

yang ditemukan Neil Armstrong pada video rekaan Hollywood agar Rusia tak lagi jaya

atau Laut Tengah dibelah letusan Gunung Thera yang disembunyikan sejarah

dan Musa menyeberangkan para konspirator sinting

yang memporak-porandakan Aceh dan Sidoardjo dan SUNDA ISLANDS

serta delirium ATLANTIS, meringis

saat Great Wizard merayu Adam dengan jebakan khuldi suci yang terkontaminasi ambrosia

serta ramuan rahasia yang tak pernah dibuka kemasannya meski tanggal di bungkusnya telah lewat ribuan tahun lalu

yang disusupkan begitu saja saat ingatannya lengah

sebab selangkangan Eve lebih banal dan libidinal dibanding Lilith si binal perayu sexy

yang sudah ditolak dari sejak pertama kali ditawarkan

lalu eden menghilang...bersama koak Bird of Prey berwarna hitam kelam

dan parade kucing-kucing bermata kamera menyala

dan harus hancur 5 tahun lagi sebab para penciptanya menjadi animis pemuja anime atau Naruto

say farewell to Java Land yang menjadi Java Sea

say farewell to Sundaland yang menjadi terbalik pada Sunda Islands

gara-gara kebodohan Plato membaca peta di Timeaus dan Critias

mengundang intimacy para sufi dan sofi serta pembantaian dukun santet di Selatan

pada tongkat sihir The Death yang nyaris direbut Dia-Yang-Namanya-Tak-Boleh-Disebut

seperti yang dikatakan Rowling pada testamen nya "The Deathly Hallows"

hail hail to the president of  The Republic of  Idiotnesia Raya

lalu kaki Nas tertembak dan anaknya mati suci bersama pelukan kuat Ade Irawan

lalu Karno tenggelam lalu Harto mati lalu dj p0p mengakhirinya dengan Seni Membunuh Koruptor

pada malam kebesarannya di pesta Kudus pada buih-buih beer dan anggur asam dalam piala emas

salute to dj p0p salute to dj p0p salute to dj p0p

Niskala penyairnya membentangkan tangan memeluk erat pagi hari dengan senyum tertunda

"ayo kita menulis novel bersama"

aku mengingatnya pada pertemuan pertamaku dengannya pada dingin malam hari kota bandung

seusai pertunjukan herry dim "Puitika Sampah" di salah satu sudut gelap cafe terminus ccf bandung

dengan kesegaran kopi hitam yang untuk pertama kalinya kupesan.

aku mengingatnya pada pertemuan keduaku dengannya pada sesak kereta ekonomi kahuripan menuju jogja

seusai pertengkaran hebatku dengan salah seorang kekasih manja yang memintaku untuk tetap tinggal di bandung

dengan sebatang gudang garam filter tengik dan omelan-omelan panjangku yang di dengarnya dengan sabar

aku mengingatnya pada pertemuan ketigaku dengannya pada panasnya jogja yang asing

seusai pertujukan puisi pertamaku di viavia cafe yang gagal di hantam masalah teknis

dengan sejilid buku Jorge Luis Borges yang menjadi kitab suci alternatifku

aku mengingatnya pada pertemuan keempatku dengannya pada sombongnya depok dan kantin sastra UI

seusai persenggamaan galauku dengan salah seorang kekasih yang nyaris direbut gitaris pembawa bencana berbibir sombong

dengan sejumput kenangan parau yang dicobateriakan kembali melalui toa-toa butut peninggalan reformasi

aku mengingatnya pada pertemuan kelimaku dengannya pada romantisme ubud dan hutan monyet

seusai openmike flava lounge yang tak lagi menjadikanku idola rabu malam tak seperti malam-malam sebelumnya

dengan sejumlah foto yang kupajang lekat di setiap folder visualku yang diambil kamera digital ibu angkatku

aku mengingatnya pada pertemuan keenamku dengannya pada jalan-jalan kota rembang yang lengang dan mendung berbau laut

seusai keputusanku untuk selibat yang kulakukan dengan tergesa sebab tak ada lagi sperma yang tersisa

dengan sekantong tulisan yang kujejalkan pada flashdisk biru pemberian kakakku

aku mengingatnya pada pertemuan ketujuhku dengannya pada rumah-rumah tua kota cina kuno lasem

seusai keputusanku menulis novel bareng dengannya yang disusun rapi pada sebuah kalimat pertama dan kegilaan-kegilaan sastra

dengan semangkuk candu yang disuguhkan seorang nenek tua berambut putih berbahasa bunga dan syairsyair cina

aku mengingat ratusan pertemuanku dengannya selama 9 tahun pada kecerahan kota fantasi yang kami bangun dulu

seusai melihat senyum androginnya yang tulus dan dipenuhi literatur-literatur yang akan membuat nirwan dewanto terhenyak

dengan ribuan ingatan bersama ratusan kekasih dan 3 delirium ingatannya pada Warhol, Cobain dan Miller

serta konser bjork yang sengaja kami lewatkan dan akan kami sesali seumur hidup

aku akan menyesali hidupku setiap detik bila tak pernah mengenal lelaki bernama dj p0p ini

dan aku tahu di usia rentaku, aku takkan mengingat apapun kecuali ingatan-ingatan bersama lelaki ini


setidaknya itulah yang kami dengar di pagi ini
dari teriakannya Ugoran yang semakin Melancholic Bitch
dj p0p memulai remix nya dengan scratching William S. Burrough di tahun 1943
saat Jack Kerouac meminang beat generation dengan On The Road dan mesin tik dan kertas-kertas panjang
dan Cobain si anak muda spektakuler hidup lagi dalam buku-buku tua di lemari tanpa kaca dj p0p
maka niskala dan marijuana fantasinya mengobrak-abrik Jorge Luis Borges dengan ketulusan seseorang yang berprofesi borgessian
seperti aku yang terasuki Jim
seperti dia yang terasuki Janis
lalu kami semedi di kedalaman Utopia
di ketinggian lebih dari 2000 meter di atas permukaan laut
laut rembang yang memancarkan bau selangkangan gadis 50ribu di persenggamaan darurat
saat Sanur menjadi sepi karena bom kedua meledak
saat waktu jadi kadaluwarsa
seperti roti yang kucuri di supermarket terkutuk itu...
say farewell to bandung
meski Bono mengulang-ulang nama kota seperti London Belfast atau Berlin
di halaman hijau ibu angkatku di Nyuh Kuning Ubud
serta lukisan pensil wanita cantik ayah angkatku di Ubud Raya
is everyboy in? is everybody in? is everybody in?
dan mantra-mantra dari para dukun sakti di kaki Gunung Gede yang memberiku tongkat pejalan dari kayu kaboa serta batu wulung anti pestol peluru emas warisan Si Jiih
dan inkarnasi Buddha pada tubuhku yang tak lagi lekang kebebasan
atau kitab-kitab kuning yang menelusup riang di setiap bagian permohonan
dan kidung agung luntur bersama tangisannya...
say farewell to depok
seperti ketika bulan dibelah Muhammad atau laut dibelah letusan Gunung Thera
dan Musa menyeberangkan para konspirator sinting
yang memporak-porandakan Aceh dan Sidoardjo dan SUNDA ISLANDS
serta delirium ATLANTIS
saat Great Wizard merayu Adam dengan jebakan khuldi
lalu eden menghilang...
say farewell to Java Land yang menjadi Java Sea
say farewell to Sundaland yang menjadi terbalik pada Sunda Islands
gara-gara kebodohan Plato membaca peta
intimacy para sufi dan sofi
pada tongkat sihir The Death yang nyaris direbut Dia-Yang-Namanya-Tak-Boleh-Disebut
seperti yang dikatakan Rowling pada testamen nya
The Deathly Hallows


Blog EntryAbu-Abu TercantikFeb 13, '08 1:11 AM
for everyone

        Menjadi tapi tidak terjadi. Mengada tapi tak ada. Begitulah sekira-kira adanya. Ada menjadikan tak-ada, tak-ada menjadikan ada. Begitupun juga sekira-kira ada-nya dan ke-tak-ada-annya.

        Hingga begitulah kami, saling mengada, saling mentak-ada, saling melengkapi dengan ribuan aksesoris kosmis yang pernah menjadi mimpi-mimpi muda kami.

        Kiranya beginilah saat abu-abu berada pada pose tercantiknya. Abu-abu tercantik. Bukan abu-abu terbaik. Aku tak begitu ingin mendapatkan yang terbaik dari abu-abu, cukup yang tercantik, yang terindah. Abu-abu yang memberikan siluet-siluet panjang pada frekwensi suara 1 kH, dengan spektrum-spektrum yang membuyar terbelah-belah pada frekwensi yang berbeda-beda dengan akronim non-acak mejikuhibiniu:

 

Merah: saat abu-abu sedang matang di pohon, siap di petik. Ranum, menggiurkan, menderaskan ludah menjadi lebih cair. Fresh! 

 

Jingga: saat abu-abu sangat matang, siap disantap. Tersaji pada meja makan, dengan pisau kupas disebelahnya, sensasi rasanya melonjak pada ujung-ujung lidah. Fade!

 

Kuning: saat abu-abu mengurai kiri dan kanan, mengurai perbedaan, mengurai interaksi, bersosial, mendikotomikan hitam dan putih. Taboo!

 

Hijau: saat abu-abu bermunculan dari dasar bumi, mencengkeram tanah, meresap air, menyejukan senyum dan tangis, meredakan tawa dan marah, segar.... Memanjakan mata, melonggarkan dada, menetralkan asap. Cool!

 

Biru: saat abu-abu mencoba bangkit, mewarnai kembali langit, mengkontras gunung dan tanah, mengharmoni laut, terbang berserakan menjadi selimut angkasa di langit utara di siang redup  tak berawan. Blue!

 

Nila: saat abu-abu terpuruk pada titik terendah dari kesakitan, terbangun, menggeliat, merusak putih pada titik terhitamnya, bersembunyi pada warna-warna coklat, berharap luntur. Tragic!

 

Ungu: saat abu-abu mendandani wajahnya, mengemas tubuhnya, memeras otaknya, menjadi cantik luar biasa, dengan berpuluh nama, ungu, violet, purple, magenta, gandaria,...venus...magdalena...kartini...woolf...eva...if...samantha...sekala.... Illana!

 

        Abu-abu tercantik, rumah kami sekarang, senyum kami sekarang, kerinduan kami sekarang, amarah kami sekarang, cinta kami sekarang, realitas kami sekarang, romantisme kami sekarang. Berpijak pada intuisi dan keyakinan, pada pikir dan emosi, tuhan dan dewa-dewi, pada ikatan pernikahan yang sudah kami laksanakan diatas pualam dan tergenangi air hangat, sehangat senyum kami berdua, sehangat tumpahan nafas di tumpukan setengah waktu file-file masa lalu kami berdua:

 

        Oh Tuhan dan Dewa-Dewi

        Kami berdua saling mencintai


Photo AlbumSeminyak-DoubleSix-Kuta (5 photos)Aug 17, '07 3:17 PM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Limitless Lonely Lust

Blog EntryRefuse to surrender...Aug 10, '07 7:20 AM
for everyone

:Ratuku

 

Dering bel rumahku

Kubuka

Ternyata bukan kau disana

Kututup

Ratuku, dimana kamu?

 

Dering telepon genggamku

Kuangkat

Bukan juga kau

Kuletakan begitu saja

Ratuku, dimana kamu?

 

Dering alarm pagi

Kumatikan

Tak ada kau disebelahku

Kulempar

Ratuku, dimana kamu?

 

            Ratuku, dimana kamu… Ratuku, dimana kamu… selalu kata itu yang kau teriakan setiap kali deringan-deringan itu muncul. Selalu pagi sepi yang kau beri teriakan-teriakan itu. Tak berguna!

            Sekarang lu mau ngajarin gw bagaimana menjadi berguna? Astaga!

            Tak perlu meminta maaf pada Tuhan karena aku lebih cerdas daripada kamu, Niskala! Sudahlah, sebaiknya kamu bakar ranjang itu, kalau perlu aku bantu.

            GAK! Gak bisa. Gw menikmati kesakitan ini dan kesakitan itu. Gw sedang merayakannya. Gw tak perlu lagi membunuh cinta, membakar ranjang perkawinan, mengelabui Dewa-Dewi Cinta dengan ketegaran artifisial. Tidak! Kali ini tak akan kuberikan kesempatan harga diri untuk membunuh kesakitan ini dan kesakitan itu!

            Rasanya aku pernah dengar kata-kata itu… kesakitan ini dan kesakitan itu Dan saat itu aku memikirkannya, memikirkan artinya. Tapi kalau tidak salah saat itu tidak terjawab. Kau pasti tahu artinya.

            Kesakitan ini…dan kesakitan itu…ya, Illana yang mengatakannya.

            Iya, minimal apa maksudnya? Kenapa kau harus memisahkan antara dua kesakitan? Atau bukan dua tapi lebih? Kenapa dengan penanda ini itu? Ayo dong, jelasin!

 

Angin memburu dendam

Pada kesakitan terdalam

Menghembuskannya pada titik terjauh kesadaranku

Dendam, apa masih ada?

 

Kuhujam seribu dusta

Padahal tiada

Menyiksanya pada titik terdekat kesadarannya akan dosa

Dosa, apa masih hidup?

 

Kau tak lagi disini

Aku tahu itu

Kenapa kau tak lagi disini

Aku tak pernah tahu

Ratuku, beri aku baumu…

Beri aku tanda…

Berikan sejuta isyarat melalui angin atau purnama

Beri jawaban

Atau kutukan sekalipun

Agar aku tahu bahwa kau masih ada

Meski tak disini

Ratuku, please!!!

 

            See…?!? dia gak dengerin kamu, buktinya sampai saat ini semua penanda atau petanda tak pernah dia kirimkan padamu. Tapi rupanya kau tak pernah menyerah.

            Gw gak akan menyerah, karena gw yakin dia masih ada, meski gak disini. Pokonya gw harus menemukannya, meski yang terburuk yang bisa kutemui adalah pusara…aku tak peduli, aku harus bertemu lagi dengannya!

            Tapi bagaimana caranya. Hanya meratap-ratap seperti itu…setiap pagi…mana mungkin kau menemukannya.

            Gw masih percaya dengan kekuatan kimia antara gw dengan dia. Gw yakin kalau gw terus telusuri setiap reaksi kimia yang ada setelah gw meratap, lantas menyusun semua reaksi itu dalam bentuk konklusi, gw bakal menemukan minimal jejak-jejaknya. Ini masalah kekuatan intuitif, Sobat!

            Yah…aku sih gak tahu harus gimana, meski jelas aku lebih cerdas darimu, aku cuma bisa ngingetin dan doain kamu supaya kamu berhasil menemukannya. Aku percaya sama kamu bisa melewati ini semua.

 

6 Agustus 2007


Blog EntryPoetry from Bessy...Aug 10, '07 7:05 AM
for everyone

Aku memanggil seluruh ruh-ruh…

Aku memanggil seluruh ruh-ruh…

Aku memanggil seluruh ruh-ruh…

Yang bersemayam dalam tubuhku

Bangkitlah…bangkitlah…

Ervin,

Aku ingat, (sebenarnya hanya Borges yang berhak dengan kata itu) Aku memotretmu di sepanjang labirin ubud…Aku ingat kamu berada di atas genting di Nyuh Kuning…

Aku ingat kau memeluk ibumu …gumam bahasa belanda…dan kucing hitamnya yang terus menerus menatapmu…Aku ingat tangisan-tangisan sunyi di malam hari setelah pertengkaran-pertengkaran dengan kekasihmu…Aku ingat sore hari di bulan madu…Aku ingat gelas-gelas kosong beermu…Aku ingat ketika kamu menanak nasi…Aku ingat 4 lukisan kecilmu…gunung meletus Aku ingat 2 lagu pertamamu di Flava Lounge…Aku ingat potret dirimu di tengah pasir, ada nama…

Yellow Submarine-ku

Yellow Submarine-ku

Tak ada apa-apa dalam dirimu kecuali ingatan Sihir kata-katamu…sihir hujan…cahaya menerobos semak-semak…Tjampuhan…genting rumah Nyuh Kuning dan hujan seharian…the scream of the butterfly…Asap dupa raja Jawa menyelubungi tubuhku…intimacy dengan senyum Raras…labirin Ubud…bunga kamboja di mulutmu…

Aku ingat kau terbangun disebelahku…Mesin huruf-huruf dan delirium Atlantis…

rabu malam...flava polaroid...ur mama's beer...nad...(million dollar hotel i lupa kita ngobrolin apa)...kamis pagi-siang...kita belanja indomie dan telor...burning datadata kamu...cool edit 2.0...ghost song...kecak...raja jawa...

dokter hewan...u look so tired...ur mama's eye...flava...njemput yopi...ur performance with yopi...macsilencia...wine winner...hotel...wahyu at tjampuhan...dewata : 2 vodka, lucky strike, gg, djie sam soe, sunkist, beer...farewell party:brondong, botolbotol, p0p (in the name of p0p), stella...dj p0p performance (after pure vodka)...INTIMACY...near incest moment (huahuauahua)...civil disobedience...kamu tertidur...wahyu mabok berat ke atas mendekati brondong, grunge's conversation with thoreau, blanket...jumat pagi...seteguk vodka di dalam tutup botol (recomended by wahyu)...beautiful kemeja...beautiful song : trust (i will never leave you)...monkey forest...pranoto...suling bambu(being louis amstrong)...and then...emptyness...

i luv u ervin...p0p

 


Blog EntryAda Merah di JantungmuAug 10, '07 4:04 AM
for everyone

:TP

 

Sayangku, tahu gak, ada merah di jantungmu.

Dimana?

Di jantungmu.

Aku gak melihatnya, masih biru seperti biasa.

Tapi kulihat ada merah, dan semakin lama semakin besar, merasuk.

Masa sih?

Coba deh lihat di cermin.

Gak ah, salah lihat kali kamu. Masih biru kok...

Demi Tuhan, sayangku, aku gak salah lihat, itu beneran merah di jantungmu, bahkan sekarang birunya sudah mau habis ketutup merah...

Ah, kamu ngarang...

Aku gak ngarang sayang, ini serius...jadi merah...

Yee...dia malah pergi, Bego!

 

 

Cianjur, 5 Agustus 2007

 


Blog EntryRisau, Laptop, Gergaji AnjingAug 10, '07 4:01 AM
for everyone

Kemarin aku ke rumahmu, kamu tak disana, kemana? Kamu diam saja akhir-akhir ini, kenapa?

Seseorang menyakitimu, siapa?

Sudahlah, katanya...

Ha.ha.

Sekarang kamu merasa hebat?

Aku merasa dibelah gergaji anjing!

 

 

Sereal Hati, Garis Tengah, dan Risau, Laptop, Gergaji Anjing di tulis di Cianjur, 1 Agustus 2007


Blog EntryGaris TengahAug 10, '07 4:01 AM
for everyone

: Firman

 

Gusimu berdarah, sayang... kita ke dokter yuk...?

Mas, ingat...GARIS TENGAH...

Aku tahu, tapi gusimu berdarah...

Tapi, Mas, Garis Tengah???

Mmh...tapi gusimu berdarah...

Ya udah kalo mas maksa, aku minta diceraikan sekarang juga.

Tapi sayang...gusimu berdarah, kita harus ke dokter sekarang...

Gak bisa, Mas! Mas harus ingat...Garis Tengah!


Blog EntrySereal HatiAug 10, '07 4:00 AM
for everyone

Segala hal di tempat tepat

Kemarin aku bangun menghisap lemon

Ada dua warna di kepalaku

Apa yang tadi coba kau katakan?

Segalanya di tempat tepat

 

Terimakasih untukmu

Wajahmu di tempat tepat

Senyummu di garis tepat

Rambutmu di uraian tepat

 

Sri, sereal hatiku...

Maafkan aku

Takdirmu tak tepat

Nasibmu tak tepat

Padahal

Segala hal di tempat tepat

Apa yang tadi coba kau katakan?

Segalanya di tempat tepat

 

Sri, sereal hatiku...

Maafkan aku

Aku hadir tepat

Pergi tak tepat

 

Sri, sereal hatiku

Aku marah padamu

Dirimu hadir tepat

Dirimu tak pernah tepat

Padahal

Segalanya di tempat tepat

Apa yang tadi coba kau katakan?

Aku selalu tepat

di temwakpattu tepat


Blog EntryMenyublimAug 10, '07 3:54 AM
for everyone

Untuk Daphne

 

Pernah denger lagu Sublimationalism-nya Samantha School?

Ini versi Remix-nya...

 

Mari berdansa...

Ah...

Aku tak suka cantikmu yang mengerikan itu...

Mmh...

Alalaha...

Alalaha...

Alalaha...

Terang masih saja milik malam[1]...

Kesunyian...kesunyian...kesunyian...

Kupanggil dia tiga kali...

 

Ervin, aku ingat...(meski hanya Bessy yang berhak menggunakan kata ini)

Aku ingat suara paraumu di pagi hari...

Aku ingat kamu bernyanyi Radiohead...

Aku ingat kamu menulis di atas tubuhku...

Aku ingat kamu mendongeng tentang masa kecilmu...

Aku ingat kamu pergi dalam tangis teredam...

Aku ingat aku membuatmu mati...

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dan Semuanya Blur...,Ketika Batara Kala Bertemu Echo,Dan Menjadi Apa,Big Noise Disastheatrical,Bastard meet Strong Liar Anorexcynical Biatch,Dia Sudah Datang,dan Menyublim ditulis di Yuzawa-machi, 28 Juli 2007.

Juga Bagian dari Kompilasi Fiksi, Musik, Visual serta Multimedia: (Wellcome Noise!)

Samantha School 2007



[1] Dari Matahari di Belakang, Teater Pagupon.


Blog EntryDia Sudah DatangAug 10, '07 3:53 AM
for everyone

Dia datang pada suatu siang

Bercerita tentang senja di langit Sawarna

Senja kuning diantara sawah dan ombak

Mengantuk di atas truk

Mengigau di dalam galau, seperti kau...

Menciut di laut

Dibelit halusinasi.

Dia bilang...

Dia sudah datang!

 

Maksudnya:

Aku sudah datang


Blog EntryDan Menjadi ApaAug 10, '07 3:46 AM
for everyone

:Niskala

Text For/From Plexus-Revolt

 

Dan menjadi besarlah kita[1]

Dalam distorsi dan harum api...

 

Sekali lagi kukatakan bahwa dosa telah tiada

 

Apakah aku salah? Apakah aku salah berdoa untuk mati hanya karena rindu bercumbu dengan Tuhan?

 

Sabda sinis

Hantu-hantu

Distorsi

Dan Sekepal rayuan yang membuai

 

Tulisan ini memiliki arti...

Tulisan ini memiliki arti...

Dari Plexus-Revolt

Dari solar plexus