Catatan Pendongeng Keliling

ervin's posts with tag: conv

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag conv
Blog EntryBonus TrackApr 5, '06 12:43 AM
for everyone

Sebuah Wawancara Eksklusif

 

Wawancara ini dilakukan oleh Mayanina, seorang wartawan majalah musik, pada Niskala, beberapa saat setelah polisi menghentikan konser Samantha Impossible Dream (SID) karena banyak penonton yang melakukan bunuh diri. Suasana pada saat ini sangat tegang dan chaos…

Ini adalah pertama kalinya Niskala mau diwawancarai oleh seorang wartawan. Biasanya dia selalu menolak interview oleh siapapun untuk apapun yang berkaitan dengan dirinya dan band-nya. Mayanina menemuinya di backstage atas kemauan Niskala.

Berikut Wawancara tersebut yang di-transkrip oleh Handini dari rekaman kaset; (tanpa di edit)

 

…saya punya pertanyaan sih, komentar anda dengan kejadian orang bunuh diri di konser anda, itu bagaimana ?

Itu bukan hal baru sih, jadi gue sendiri nyantei aja, sebelumnya di Inggris juga pernah ada kejadian kaya gitu. Ya, itu kan pilihan orang itu sendiri, kalau misalnya dia bisa memilah dengan apa yang gue omongin di panggung… kalau orang bisa memilah, ya… dia pasti nggak melakukan bunuh diri.. Pada intinya sih gue senang ada orang bunuh diri, berarti tujuan gue berhasil, …ngajak orang menikmati. Emang lirik-lirik yang gue bawain mungkin bisa menyebabkan orang bunuh diri. Itu suatu konsekuensi logis dari gue menjadi seorang rockstar.

Jadi pada awalnya anda sudah punya firasat atau anda sudah bisa merencanakan atau bisa membayangkan bahwa efek dari musik anda ini bisa bikin orang mati, bisa bikin orang bunuh diri ?

Nggak juga, mmh.. cuman ketika ada efek itu, gue merasa bahwa tujuan gue udah nyampe gitu lho… nyampe ke telinga orang. Kalau misalnya ngedengerin musik gue, dia cuma bersikap …misalnya… katakanlah ngikutin pola hidup gue atau apa gitu, itu menurut gue belum berhasil. Tapi ketika ada orang yang melakukan tindakan-tindakan ekstrim seperti itu mmh… gue merasa tujuan gue berhasil.

Sebenernya apa sih yang ingin anda ceritakan dalam lagu anda, dalam musik anda, lirik anda?

Interpretatif sih sebenernya, ya terserah orang mau menginterpretasiin seperti apa. Tapi yang pasti apa yang ada dalam diri gue… selama ini gue mendengar suara-suara, hanya menjadi receiver gitu ,  ya jadi mmh… ada suara mobil, ada suara burung, ada suara apa… gitu, gue terima aja. Gue sekali-kali ingin mengeluarkan kembali, karena setiap apa yang gue tangkep lewat indera gue pasti di rekam dalam otak. Nah, hasil dari rekaman otak ini pengen gue keluarin lagi lewat eksperimentasi musik dan lirik terutama karena lirik-lirik yg gue bangun juga itu hasil dari pengalaman gue.

Tujuan anda untuk membagi pengalaman hidup anda itu apa ?

Sebenernya gue nggak kepengen membagi apapun, gue hanya dendam aja sama alam semesta, karena selama ini alam semesta meng-hegemoni gue dengan suara-suara, gue ingin mengembalikan itu semua kepada alam semesta termasuk orang-orang yang bunuh diri tadi, …kan termasuk salah satu bagian dari alam semesta jadi ya itu udah jadi milik mereka ketika mereka mendengarnya. Sebenarnya intinya dendam!

Memangnya anda memiliki atau pernah punya pengalaman yang menyakitkan dalam hidup anda tentang alam semesta, dengan adanya suara-suara  itu ?

Mmh...  nyokap gue mati waktu gue masih kecil  mmh… bokap gue… gue nggak tau siapa, terus gue idup dan dihantui suara-suara, suara-suara yang kedenger maupun yang nggak kedenger sebenarnya. Karena ada gelombang ultrasonic, audiosonic sama infrasonic dan ketiga-tiganya gue denger. Gue jadi ngerasa dihantuin banget, terus kalau misalnya ada orang yang mati gara-gara kena imbas dari suara gue itu belum seberapa, harusnya alam semesta ancur, kalo gue nyanyi. Gue pengen kaya gitu, terlepas dari konsep nihilis atau apapun, what ever, pokoknya gue pengen… pengen aja neriakkin apa yang ada dalam diri gue.

But so far, im sorry to hear that ya. Bout your mom, bout your father. Tapi tidakah anda merasa bahwa anda menolak takdir ?

Takdir itu sendiri kan harus diterjemahkan lagi. Takdir itu apa, jadi ... apa bener ada takdir. Jangan-jangan takdir itu nggak ada. Jangan-jangan semua itu absolut dimiliki manusia. Tapi bisa juga absolut dimiliki Tuhan, kan kita tidak tahu, yang pasti gue nggak ngerasa menolak takdir ataupun tidak menolak takdir, ini terlepas dengan hubungannya dengan takdir.

Yang punya pengalaman orang tuanya meninggal waktu masih kecil dan tidak tahu siapa orang tuanya kan tidak hanya anda, ya? Lalu apakah ada unsur kepedulian terhadap mereka dengan membuat lirik dan musik seperti ini ?

Sorry, …terhadap siapa?

Terhadap orang-orang yang bernasib sama

Ya mudah-mudahan gue bisa mewakili mereka juga yang bernasib sama dengan gue, gitu. Tapi terlepas dari itu mmh… gue bermain musik karena… atas kecintaan gue terhadap Tuhan justru. Tuhan yang mengambil ibu, mengambil semua orang yang gue cintai.

Jadi wujud kecintaan anda diwujudkan dengan musik yang seperti itu, yang justru bisa mengakibatkan kematian pada orang ?

Mmh.. sebenarnya nggak ada tujuan apapun dari bikin musik ini, apalagi tujuan membunuh orang . Tapi kalau ada efek itu, ya itu juga namanya efek, kayak gue bikin musik ada efek dapet duit, ya… gue terima duitnya. Ya.. yang pasti dari awal dibentuknya band ini, gue dan Karna, itu… kita hanya merasa bahwa kita perlu menjadi rockstar untuk menjadi nabi.

Nabi ???

Karena kita pikir bahwa nabi itu tidak dihentikan begitu saja turun ke buminya, tidak hanya sampai Muhammad, gitu! Kita percaya bahwa terus menerus ada nabi di setiap generasi, disetiap periode waktu dan nabi itu diinginkan, gitu! Tidak begitu saja tiba-tiba Muhammad jadi nabi atas… bukan karena keinginannya, gue yakin Muhammad juga menginginkan yang begitu itu, gitu! Isa atau siapa pun itu. Jadi kita juga merasa bahwa kalau kita mempelajari riwayat para nabi itu dan, kami ya… mempelajari riwayat para nabi, mereka itu semua ternyata untuk menjadi nabi, mereka harus jadi penyembuh. Itu yang mereka pertama lakukan, agar mendapat legitimasi dari masyarakat. Setelah itu mereka jadi rock star, berdakwah di tempat yang tinggi di depan ratusan orang, setelah dapet pengikut, baru mereka bikin kitab suci . Kitab suci yang gue bikin ini berbentuk musik.

Berarti definisi nabi menurut anda berbeda dengan definisi nabi menurut orang kebanyakan?

Bisa jadi berbeda mmh... tapi bisa jadi sama, sebenernya kan intinya adalah mmh…  ayat-ayat Tuhan itu tidak begitu saja dihentikan. Gue yakin terus turun, bisa lewat tertulis ataupun tidak tertulis dan Muhammad juga waktu itu dapetin ayat-ayat Tuhan tidak leterelek langsung Tuhan ngomong, tapi membaca tanda-tanda lalu yang disimbolkan lewat Jibril ya. Gue yakin Jibril itu sampai sekarang masih terus bekerja, misal dengan suara-suara ambulans yang barusan kita dengar, suara klakson mobil, bisa dengan musik, bisa dengan apapun, bisa juga berbentuk padat, berbentuk materi, misalnya gelas, atau orang atau apapun. Gue yakin itu adalah ayat-ayat Tuhan, tinggal gimana cara kita membacanya dan yang gue sampein lewat musik ini adalah media yang berbeda dengan-yang dibuat oleh  nabi-nabi pada umumnya, misalnya nabi membuat kitab karena pada saat itu medianya hanya kertas dan bolpen sekarang kan ada media musik ada media….  bahkan multi media, makanya gua berencana mau bikin sebuah kitab suci dalam bentuk CD yang formatnya multi media.

Selama ini ada pertentangan dari kaum agama tidak?

Entahlah tapi yang pasti sejauh ini dengan musik gue nggak ada yang protes karena mungkin mereka nggak faham apa yang ingin gue sampaikan, mungkin kalau mereka faham misalnya dengan yang dilakukan oleh Aria Kusumadewa dengan film Novel Tanpa Huruf R, ketika ada salah satu agamawan yang faham itu jadi ditentang.

Padahal sebenarnya kan kayak misalnya diterbitkannya buku Zarathustra-nya Nietzsche kalau orang paham itu pasti harusnya ditentang seperti ditentangnya buku Das Capital-nya Karl Marx dulu, tapi karena nggak ada yang paham bahwa Nietsche itu bisa bikin bahaya orang mmh.. maka tidak ditentang ya.. mungkin nggak ada yang paham dengan apa yang gue pengen sampein dari kaum agamawan. Tapi setelah kejadian ini kayaknya… sepertinya sih… akan ditentang sama orang-orang.

OK, kalau begitu bagaimana nanti anda menjelaskan pada mereka, terutama pada kaum agama yang pasti akan menekan ya, karena bawa-bawa nabi, bawa-bawa persoalan agama?

Cuek!

Bagaimana caranya nih?

Cuek, karena pada saat mereka menentang,  gue udah nggak ada.

Anda sudah tidak ada, maksudnya?

Bukannya gue nggak mau bertanggung jawab terhadap mmh… apa yang gue omongin tapi gue udah berencana untuk mmh… melakukan ... melakukan prosesi kematian gue sendiri di umur gue yang ke-25, hari ini.

Dan hari ini, kalau saya tidak salah dengar, memang hari ulang tahun anda ya?

Ya!

Kalau begitu anda tidak akan membuat konser selanjutnya?

Tidak!

Bagaimana dengan fans? Bagaimana dengan mereka yang ingin mendengarkan anda lagi? Bagaimana dengan mereka yang menganut ideologi yang anda persembahkan buat mereka?

Lagu-lagu yang udah gue beri-in… yang udah gue kasih buat mereka itu udah, menurut gue udah komplit, udah total semuanya, dan itu jadi… bisa jadi kitab suci buat mereka sampai akhir zaman menurut gue. Jadi ya sudah. mmh… itulah yang bisa gue kasih buat alam semesta, buat dunia, buat Indonesia, buat Bandung. Jadi gue udah kasih semuanya dan sekarang tinggal mereka bagaimana caranya melestarikan itu. Kalau ada dari mereka yang mau meneruskan mmh..  gue ga punya tujuan politis apapun ya sebenernya tapi yang mau nerusin atau mau dibelokkin ke tujuan politik ,ekonomis - what ever lah - terserah mereka…

Musik dan lirik  lagu yang anda bawakan itu kan berbicara kesakitan, apakah anda merasa sudah menyentuh mereka, orang-orang yang hidupnya stabil, mereka yang tidak menemukan masalah dan mengalami kesakitan seperti yang anda alami? Anda sudah menyentuh mereka?

Kesakitan... mmh… sebenarnya tidak semua kesakitan menurut gue, karena batas antara kesakitan dan kesenangan, batas antara sakit dan sukacita itu kan sangat tipis. Jadi mungkin ketika salah satu lagu gue menggambarkan kesakitan, bisa jadi saat itu gue lagi senang. Sebenarnya gue tidak berbicara kesakitan ataupun kesenangan, gue berbicara kewajaran,  segala apapun yang terjadi di bumi ini akhirnya wajar. Tidak ada benar dan salah. Tidak ada sakit dan senang. Satu-satunya yang masih jadi pertanyaan gue adalah pada saat gue orgasme, artinya mmh… orgasme itu kan batas antara sakit dan senang, menurut gue, justru itu yang asyik, batasnya itu, sakit dan senangnya itu nggak jadi masalah buat gue karena mungkin gue udah kebal dengan kesakitan pada saat nyokap gue meninggal, saat waktu kecil dan gue hanya menganggap itu juga sebagai sebuah film kartun yang… yang nyata gitu! Pada saat gue kecil; jadi visi gue terhadap dunia itu seperti film kartun. Gue melihat orang-orang itu hanya kartun-kartun yang mmh... dijiplak ke sebuah kertas 2 dimensi. Nyokap gue juga hanya salah satu bagian dari film kartun itu. Udah nggak ada kesakitan dan udah nggak ada rasa enak, gitu! Jadi yang ada hanya wajar aja, gitu! Yang pasti apapun yang gue lakukan itu, gue punya maksud, punya maksud yang terserah orang mau menginterpretasikan seperti apa.

Oh OK, pada usia berapa, maaf, ibu anda meninggal?

Gue waktu itu belum bisa mengingat angka-angka, nama-nama, bahkan gue juga tidak mengingat bahwa itu adalah ibu. Yang gue tau bahwa gue ngedot sama dia, pertama kali gue merasakan puting susu seorang wanita adalah nyokap gue sendiri.

Kok masih inget sampai sekarang ya?

Ya, karena gue sangat mencintai nyokap. Bukan mencintai, gue sebagai anak terhadap ibu tapi mencintai seperti gue sebagai seorang lelaki terhadap kekasihnya.

Ya orang bilang itu namanya oedipus complex, whatever-lah untuk segala macam definisi yang pasti mmh… sampai titik ini tidak ada satupun wanita yang bisa menggantikan posisi dia. Karena dia yang pertama kali memperawani lidah gue untuk sebuah puting susu, meskipun gue tidak pernah memperkosa nyokap gue karena gue masih kecil dan gue yakin penis gue juga waktu itu masuh terlalu kecil buat nyokap gue.

Bagaimana anda mengingat ibu?

Dari mimpi-mimpi, dari… foto-foto yang dikasih sama dokter-dokter, karena nyokap gue kan gila dulu. Dia... gue… dibesarkan di rumah sakit jiwa bareng nyokap gue. Katanya sih sebelum gue lahir, nyokap udah gila, dia hamil gara-gara diperkosa ama entahlah preman jalanan atau apa, terus gue lahir. 5 orang anak jalanan gitu -diperkosa- dan katanya nyokap gue juga menikmatinya ya.. berarti bokap gua ada lima.

Sebenarnya maksud saya, seperti apa sosok ibu dalam benak anda?

Gue nggak ngerti. Gue punya ibu angkat, setelah nyokap gue meninggal karena yang gue tau kan bahwa nyokap gue ngasih suplai makanan lewat puting susunya buat gue. Lantas dia meninggal. Meninggalnya karena bunuh diri, alasan singa betina! Entahlah maksudnya apa. Cuma gue bilang alasan nyokap gue bunuh diri itu seperti alasan singa betina.

Singa betina? Maksudnya?

Silahkan anda terjemahkan! Cuma setelah itu gue punya ibu angkat, keluarga angkat. Dari rumah sakit jiwa gue masuk ke panti asuhan. Terus gue diangkat sebuah keluarga yang tidak punya anak lelaki. Yang gue tahu setelah itu saat umur gue sekitar 17 tahun, eh sori… kira-kira 15 tahunan gitu lah, gue udah mulai diperkosa ama nyokap angkat gue dan semenjak itu anak-anaknya yang cewek-cewek itu, yang udah gede-gede, mengikuti kelakuan ibunya. Ya... gue sih nikmatin aja karena enak kali ya. mmh... yang gue agak heran adalah ketika gue diperkosa bokap angkat gue, saat itu… Tapi gue sekarang ngerti kenapa dia memperkosa gue, karena gue mungkin bisa disukai sebagai lelaki juga bisa disukai sebagai wanita, mungkin gitu! Karena gue merasa ada 2 bagian itu dalam diri gue. Setengah diri gue adalah lelaki dan setengahnya adalah wanita. Secara saklek gue juga tidak hanya menyukai wanita tapi juga menyukai lelaki, dua-duanya indah. Dan bisa di.. bisa di.. nikmati keindahannya, gitu! Gue pikir gue berhak untuk menikmati keindahan lelaki dan wanita secara bersamaan, terlepas dari masalah gender, bahwa lelaki maupun wanita adalah manusia. Yang pasti… asal jangan gue memperkosa binatang aja. Karena menurut gue binatang bisa lebih suci daripada manusia.

Kalau bisa anda ceritakan sedikit tentang keluarga tempat anda dibesarkan? Bagaimana keluarga anda disini? Hubungan-hubungan mereka, hubungan ayah angkat dan ibu angkat anda?

Hubungan gue dengan mereka hanya sebatas hubungan seksual aja!

Apa pekerjaan ayah angkat anda?

Mmh.. entahlah! korupsi, dia seorang koruptor!

Jadi anda dihidupi oleh keluarga yang kaya?

Mmh.. kaya, kaya sekali… mobilnya udah nggak kehitung sama jari gue yang pasti, waktu gue kecil. Mmh… nyokap angkat gue juga seorang tante-tante kesepian, yang gue tau sekarang, gue jadi tau kenapa nyokap gue melakukan itu karena dia kesepian dan akhirnya gue serve dia sesuai dengan keinginan dia karena gue juga kasian ngeliat dia, gitu. di ngebesarin gue, dengan kasih sayang seorang ibu juga kasih sayang seorang kekasih dan gue ngerti kenapa dia kesepian yang penting asal dia ngidupin gue aja gitu, termasuk anak-anaknya karena anak-anaknya juga kurang perhatian dari orang tuanya ya, butuh sex, ya gue kasih. Cuman yang pasti, salah satunya mereka memperkosa gue adalah… penis gue gede.

Sampai sekarang masih dihidupi oleh mereka tidak?

Entahlah keluarga itu jadi apa sekarang…

Sama sekali tidak ada hubungan lagi?

Pokoknya setelah cabut dari keluarga itu gue ngamen di jalan.

Sudah dari umur berapa anda meninggalkan rumah?

Waktu itu sekitar umur 19 gue diusir gara-gara ketauan oleh bokap angkat gue lagi em-el ama nyokap. Dan setelah itu gue travelling spiritual dan gue ngamen terus gue tahu bahwa hidup gue itu memang untuk musik. Akhirnya gue bikin musik dan gue ketemu Karna dan akhirnya kita bikin band baru. Umur 20 kita bikin band dibantu… pengetahuan gue banyak dibantu oleh seseorang yang bernama Baskoro. Dia yang mengantar gue ke dunia-dunia spiritual. Gue belajar semua agama. Gue baca Injil, gue baca Taurat, gue baca Al Quran, gue baca juga Tripitaka, gue baca juga Baghavad Ghitta, cuma yang gue belum baca itu Weda, karena Weda itu, di Hindu, tidak diperbolehkan dibaca oleh kaum lain selain kaum Brahmana, Brahmana tertentu juga yang bacanya, karena katanya sih bentuknya masih berbentuk lontar, entahlah. Cuma yang pasti gue membaca semua kitab suci, gue membaca termasuk kitab sucinya para filsuf misalnya bukunya... siapa ya, bukunya Plato, orang-orang itu lah… nggak gua baca semuanya sih, biasanya gue cuma baca awal dan akhir, tengah-tengahnya biasanya udah ketauan isinya apa. Nggak semuanya gitu juga tapi.

Segala macam yang anda alami di keluarga anda dari mulai ibu anda, keluarga angkat anda itu mempengaruhi hasil karya anda kah?

Jelas, jelas mempengaruhi!

Seperti apa? Bagaimana ?

Itu influence terbesar gue… adalah kisah hidup gue sebenarnya. Bukan Jim Morrison, bukan Kurt Cobain, bukan Edi Vedder, Robert Smith atau siapa pun itu. Mereka juga influence gue tapi yang lebih meng-influence gue adalah kisah hidup gue, perjalanan hidup gue selama 25 tahun ini. Gue terus berkarya, gue terus menulis, gue terus bernyanyi bikin  musik bikin film, bikin video, performance art, pokoknya apapun yang gue pengen asal itu adalah bentuk kesenian, gue kerjakan. Gue orangnya loncat-loncat, ada banyak yang bilang waktu itu, temen-temen gue, kalau lo nggak konsisten lo nggak bakalan berhasil, buktinya ketidak konsistenan gue itulah yang membuat gue berhasil, ternyata… gitu! Gue ingin menghapuskan persepsi bahwa nabi itu harus berbuat baik, nabi itu harus berbuat… harus dicontoh, moralnya baik dan segala macam. Bukan gue tidak berbuat baik, hanya baik dalam persepsi gue itu berbeda dengan persepsi orang-orang. Moral yang baik itu seperti apa itu yang gue pertanyakan, karena menurut gue, ya karena mungkin gue dibesarkan dari kecil dengan kebejatan moral, gue menganggap kebejatan moral itu sesuatu yang wajar akhirnya dan tidak bejat lagi dalam persepsi gue. Ya, begitulah yang pasti akhirnya kita, akhirmya kami - gue dan Karna - bikin band Samantha Impossible Dream.

Saya ingin tahu tentang teman anda yang bernama Karna, posisi dia sebagai apa?

Gitaris!

Terus teman-teman personil yang lain, siapa saja?

Erva untuk main piano, Yane main biola, oh  sorry ..Yane main piano, Erva main biola, ntar dulu, posisi mereka selalu kebalik, gue selalu lupa dua orang itu. Ervi, kembarannya Erva padahal, gue tidak pernah kebalik. Ervi jadi backing vokal, gue mainin loop, mainin komputer, program-program segala macem, dengan eksperimentasi suara, misalnya suara radio MW, atau apapun, Karna main gitar.

Berarti jumlah personil band anda ada 5?

Ada 5!

 Tapi kenapa dalam setiap kali pertunjukkan hanya 4?

LIMA! Lima dengan Karna!

Karna itu sebenarnya yang mana?

Yang main gitar lah!

Tapi saya hanya melihat 4 orang!

Ok, kayakanya wawancara ini harus dihentikan…

Nggak, maksud saya…

Kalau anda masih mempertanyakan hal itu, maka wawancara ini harus dihentikan.

Ok, baiklah… tapi ini pertanyaan banyak orang, ini betul-betul pertanyaan banyak orang!

Orang-orang yang salah. Clear?

Ok, maafkan saya. Apa sih alasan anda selalu menghindari wartawan?

Gue nggak percaya sama jurnalistik, gue nggak percaya sama wartawan, yang mereka katakan itu semuanya kebohongan. Tapi nggak apa-apa mereka harus ada karena selama ini kan gue ngeliat realitas, yang katanya realitas, itu kan dari TV. Batas di luar jangkauan gue. Gue liatnya di TV dan gue hanya menganggap itu fiksi. Berita, reality show atau apapun namanya, gue ngeliatnya hanya di TV dan itu fiksi menurut gue. Apapun yang sudah ditransfer ke dalam bentuk media itu jadi fiksi, jadi apapun, termasuk mulut, bisa jadi apa yang anda katakan, apa yang mulut anda katakan buat gue adalah fiksi.

Kalau begitu bila hasil  wawancara ini saya tulis di media cetak...

FIKSI !

Apa sebenarnya maksud anda dengan kata “fiksi”?

Mmh… non fiksi itu apa yang gue sadari benar-benar ada keberadaanya, diluar itu adalah fiksi. Anda non fiksi buat gua, anda non fiksi buat gue, tapi tulisan anda fiksi buat gue. Tapi kenapa gue milih anda karena dibanding wartawan-wartawan yang lain, anda mungkin bisa lebih jujur terhadap diri anda sendiri. Bukan masalah beritanya yang jujur, tapi anda lebih jujur memberitakannya.

Gimana anda bisa begitu yakin?

Ketajaman anda membaca suasana, kegigihan anda mengejar berita dan gue yakin kalau misalnya, anda itu, kalau nyari berita bukan untuk uang, tapi nurani anda sendiri yang ingin memberitakan sesuatu untuk orang lain. Karena media tidak terlepas dari bisnis, semuanya adalah bisnis.

Betul!

Dan gue yakin anda bukan robot media, bukan mahluk media yang dirobotkan, kan? Kebanyakan sekarang para jurnalis itu hanya robot media, hanya… mmh... bener kata Oliver Stone di Natural Born Killers, Oliver Stone dan Quentin Tarantino, bahwa media dan orang-orangnya tidak lebih daripada sekedar monyet, monyet aja lebih mending. Dia lahir natural jadi monyet dan tetep dengan kemonyetannya. Tapi mereka itu sudah dilahirkan sebagai manusia tiba-tiba mau aja dijajah oleh media. Itulah kenapa gue selau menganggap bahwa media itu fiksi. Jadi gue sudah tidak percaya media, karena media itu hanya bisnis, totally bisnis!

Tapi dengan dimuatnya tulisan ini, sebenarnya cerita anda akan dilihat dari fiksi itu sendiri dan memang tulisan itu akan menjadi fiksi seperti yang anda katakan barusan sebagai fiksi dan anda menganggap media sebagai fiksi sedangkan saya bekerja di media ya…

Maksud gue, anda dan teman-teman wartawan anda itu tidak lebih dari seorang novelis atau penulis cerpen, hanya menurut gue kurang natural sebagai penulis. Jadi kalau pun ini ditulis dan hanya jadi sebuah cerpen ya.. so what! Menurut gue ya! Mungkin menurut orang lain berbeda. Orang lain kan butuh hiburan, karena sekarang kan berita itu hanya jadi sekedar hiburan. Liat aja misalnya Buser, Patroli dan lain-lain, itu semua entertainment. Termasuk Metro TV juga menurut gue hanya televisi entertainment. Tidak ada yang tidak entertainment, semuanya hiburan. Tapi memang manusia membutuhkan hiburan-hiburan itu, menurut gue!

Tolong anda ceritakan soal Samantha Impossible Dream, kenapa anda namakan seperti itu, kenapa harus Samantha?

Gue punya kekasih namanya  Samantha, Samantha itu ... dia boneka sex, balon, dari temen gue, gue dikasih sama Joey. Mmh… pada saat dia mati dia ngewarisin bonekanya buat gue. Dia kuliah di Amrik, terus orang tuanya tiba-tiba ngasihin boneka itu ke gue, karena tertulis di salah satu warisan, Joey itu temen deket gue.

Gue pikir setiap apapun pasti punya impian gitu, dan Samantha punya impian, Samantha punya impian, impian-impiannya gue tulisin di puisi-puisi gue. Gue bikin Samantha Story, tahun ‘99 gue bikin Samantha Story. Mmh... akhirnya ya jadilah saat umur 20 itu, Samantha Story. Yang namanya boneka sex mimpinya pasti jadi tidak mungkin. Mimpi gue masih mungkin, tapi mimpinya dia pasti tidak mungkin, ini mimpi-mimpi yang tidak mungkinnya Samantha.  

Di Amrik itu boneka sex itu biasa disebut boneka Samantha, di kita simbol sex-nya kan Enny Arrow, di luar negeri Samantha. Samantha dan Enny Arrow itu masih equal lah ya... mmh... terus gue bercinta dengan dia hampir tiap hari karena vibratornya emang keren terus tiba-tiba gue ketemu dengan ... dia memperkenalkan dengan namanya If, akhirnya jadi manager band gue, andai...

Andai ?

Dan gue menganggap bahwa If itu adalah jelmaan Eva. Eva yang rohnya merasuk ke boneka Samantha. Jadi ini masih satu kaitan antara Samantha dan If. If itu pacarnya Karna tapi tiap hari bercinta dengan gue, karena Karna merasa gue lah yang berhak untuk mendapatkan vaginanya. Karna merasa dia mendapatkan hatinya, gue mendapatkan vaginanya. Ya sudah. Dia sekaligus groupie kita, groupie kami, kita dan kami itu susah bedainnya....

Mmh.. selain manager, dia juga groupie. Dia juga menulis perjalanan kami. Dia mau meluncurkannya atau tidak nanti perjalanan band ini, ya terserah dia. Kita memang introvert kami memang introvert untuk kami sendiri. Tidak banyak orang yang tau apa yang sebenarnya kami lakukan sehari-hari, hanya If yang tau. If yang mencatatnya. Kalau misalnya anda pengen banyak tau yang kami lakukan, anda bisa wawancara If, tapi entah If sekarang masih ada atau enggak , setelah kejadian tadi. Setelah kejadian tadi entah kita semua masih ada atau tidak karena cukup menghenyak untuk beberapa.. terutama untuk 3 cewek personel kami, mereka terhenyak, terkejut dengan ada yang bunuh diri.

Mimpi-mimpi apa yang ingin anda wujudkan dari Samantha?

Setiap wanita khayalan itu pasti perfect ya, itu pasti perfect, punyaaa... apa sih namanya mmh... apa namanya ...

Gairah ?!

Bukan!

Naluri ?!

Bukan mmh... PROPOSIONAL gitu, otaknya, bodinya, toketnya, gaya bercintanya dan lain-lain. Semuanya pasti proposional karena masih dalam khayalan, namanya juga wanita khayalan.  Dan boneka balon itu adalah wanita khayalan gua. Dan itu nyaris terwujud dengan adanya If. If itu perfect!  Dia simbol wanita yang perfect. Dia Eva! Dia Eva untuk Adam. Kalau gua Adam, dia adalah Eva.

Saya jadi agak simpang siur nih, mengenai posisi If, sebagai manager atau sebagai kekasihmu kah? Atau ada hubungan lebih pribadi, barangkali?

Dia belahan jiwa gue...

Thats all?

Ya!

Selama ini apa yang sudah dilakukan If untuk Samantha Impossible Dream?

Dia manager, sekaligus road manager. Dia yang mengatur semua jadwal kami. Dia yang mengatur mmh... proses meiosis sperma gue karena gue harus melayani banyak cewek, kan. Kalau rock star itu adalah resikonya diantri oleh cewek-cewek. Setiap kali kami tour di setiap kota, itu cewe-cewe ngantri. Dia yang mengatur proses meiosis itu, biar gue tetap sehat. Dia ngasih gue suplai susu, suplai toge. Suplai untuk kesuburan-kesuburan sperma. Dia juga kadang-kadang ngasih gue viagra meskipun gue jarang meminumnya. Karena mereka memang harus dilayani. Karena mereka adalah simbol mmh... salah satu kesuksesan band ini. Ya... kalau tidak begitu, tidak rock star namanya. Harus dilayani, karena sex buat gue itu sakral. Jadi gue berpikir bahwa buat mereka juga sakral. Bahwa bercinta dengan gue berarti mereka mewujudkan impiannya. Gue nggak akan meng-cut impian seseorang. Kalau mereka mengantri gue untuk making love yaa... gue jabanin. Jadinya setiap habis konser gue akan tidur berjam-jam, gara-gara semalaman gue harus melayani banyak wanita. Semalaman gue harus konak, gitu! Begitulah...

Dan bagaimana dengan malam ini ?

Malam ini mereka sedang ngantri di hotel kayaknya. Tapi mmh... malem ini gue punya prosesi sendiri, yang tidak bisa diganggu oleh siapapun. Bahkan Karna sekali pun. Bahkan If sekalipun. Mmh... gue harus melakukan ini, karena udah gue rencanain dari umur gue 20. Gue mau menyangkal klub 27. Banyak rock star yang mati di umur 27. Bahkan bunuh diri di umur 27. Gue pikir umur yang tepat untuk mati itu umur 25.

Alasannya?

Karena itu umur yang tepat untuk menikah buat cowok. Cowok itu menikah pasnya di umur 25. Muhammad menikah di umur 25. Di Indonesia juga disarankan lelaki itu menikah di umur 25 dan wanita di umur 20. Pernikahan buat gue adalah sebuah kematian, dan ya... umur 25 itu paling cocok. Pada saat kita lagi tampan-tampannya. Mati muda, maka mayat lo bakal tampan, begitu kan! Kata Andy Warhol, mungkin...

Apakah If dan Karna mengetahui rencana anda malam ini?

Entahlah, mungkin mereka tau.

Anda tidak mengatakannya pada mereka?

Tidak pernah secara verbal. Anda mungkin yang pertama tau secara verbal.

Kalau gitu, saya menerima konsekuensi besar ya...

Dan gue yakin Tuhan juga meridhoinya. Karena satu-satunya alasan gue mati karena gue rindu bercumbu dengan Tuhan. Selama ini gue hanya membayangkan. Gua sedang... setiap kali gue sedang bercinta dengan wanita, gue sedang bercinta dengan Tuhan. Siapapun wanita itu. Dan gue ingin bercumbu secara real dengan Tuhan. Tidak hanya dengan imajinasi gue. Gue selama ini membayangkan wajah Tuhan horni. Selama ini membayangkan Tuhan sedang bermasturbasi.  Tapi mungkin, malam ini adalah saatnya gue bercinta benar-benar dengan Tuhan, secara real. Secara non fiksi.

Bagaimana anda mengakhiri hidup anda malam ini?

Ada banyak cara. Anda akan tahu caranya dari hasil rekaman gue bunuh diri nanti. Gue akan merekamnya.

OK.

Gue akan merekamnya. Mendokumentasikannya.

Anda bilang banyak cara, tapi mungkin anda hanya melakukan satu cara saja kan, atau secara sekaligus kah?

Setelah gue menimbang dari berbagai cara bunuh diri itu ada 4, yang menurut gue bagus. Over dose, meng-cut aliran darah, menenggelamkan diri, sama membakar diri. Entah mana yang akan gue pilih dari keempat itu. Itu akan terjadi di detik-detik terakhir sebelum gue meninggal.

Mmh... anda kenapa mengkategorikannya menjadi 4? Dari sekian banyak metode bunuh diri.

Rekomendasinya memang untuk beberapa... untuk dari yang ke-4 ini sedikit, tapi gue merasa ini yang paling asik, gitu! Yang lain, misalnya gantung diri, gue nggak mau mayat gue terlihat jelek. Karena pasti ngelel, kan! Loncat dari gedung tinggi, gue pasti berantakan tampangnya. Tapi kalau meng-cut nadi gue masih tampan, over dosis gue masih tetep tampan. Membakar diri, gue tidak terlihat sedikit pun. Karena gue udah jadi abu mmh... menenggelamkan diri gue masih tetap tampan ... itu saja.

Tampan dan menggembung loh...

Menenggelamkan di dalam ember itu tidak akan menggembung. Hanya kalau misalnya kepalanya aja.

Tempatnya? Apakah anda sudah merencanakan, kamar hotelkah?

Kamar gue.

Anda tinggal di mana?

Ada, di sebuah tempat.

Di suatu tempat? Bisa diceritakan?

Kamar gue... karena menurut gue, kamar adalah tempat bersuci. Tempat gue onani. Tempat gue beribadah. Memuja Tuhan. Memuja semua orang yang gue percayai. Orang-orang besar, semisal Musa, Isa, Muhammad , Nietzsche, Warhol, Morrison, atau semua orang-orang itu. Gatolotjo, Don Quixote.

Anda pernah mengajak teman-teman anda ke kamar anda?

Tidak pernah.

Jadi nggak ada yang tau sama sekali kamar anda ada dimana?

Tidak ada, termasuk If  juga tidak tau. Karna pun tidak tau kamar gue dimana.

Sekarang anda ceritakan tentang album anda dong... Labirynth of Dream (feat. Borges;)

Labirynth of dream #1 (feat. Borges;). Jadi itu kumpulan cerita-cerita Borges yang dikumpulkan oleh Hasif Amini. Gue membaca kumpulan-kumpulan ceritanya, judulnya Labirin Impian. Bukunya Borges sendiri judulnya The Labirynth, itu lebih banyak ceritanya ketimbang yang dikumpulkan oleh Hasif Amini. Hasif Amini menerjemahkannya, jadi ini udah jadi karyanya 2 orang. Karyanya Borges dan karyanya Hasif Amini. Karena Hasif Amini begitu bagus menerjemahkannya dan setelah gue membaca itu, gue juga jadi tersesat dalam labirin impian gue sendiri. Dan setiap kali gue tersesat dalam salah satu labirin, ini labirin yang pertama kan, munculah satu lagu. Akhirnya, ya ini, featuring Borges, memang karena setiap cerita di buku itu mengantarkan lagu gue. Bagusnya sih lagu-lagu gue didengarkan pada saat membaca karya-karya Borges.

Apa ada kesamaan antara isi dari buku itu dengan pengalaman hidup anda yang melatarbelakangi  karya anda?

Ya! Dia influence terbesar gue. Borges, dia seorang penulis sastra fantasi. Talent-nya dia itu tidak dimiliki siapapun. Dia seorang penulis Argentina yang keren, yang sangat literer. Yang umur belasan tahun sudah diwarisi perpustakaan besar oleh kakeknya. Kebanyakan Buku-buku kuno. Ada yang berbahasa Arab, berbahasa Latin, berbahasa Ibrani dan ia membuat karya-karya, cerpen-cerpen berdasarkan literatur yang dia baca. Itu keren banget.    

Anda mau bercinta dengan gue malem ini?

Kita bicarakan nanti ya... sebelum anda meninggal.

OK! Terus...?

Kalau ada Labirynth of Dream #1, maka seharusnya ada second,  third?

Hehehe...

Bagaimana nasibnya..

Satu bisa jadi adalah terakhir, the one itu the last biasanya. Neo-one itu orang terakhir, dia adalah Ubermensch dalam Matrix, dialah super human menurut Nietzsche. Neo-the one- gue, gue adalah Ubermensch, gue adalah manusia terakhir. Setelah gue meninggal tidak ada lagi manusia di bumi.

Kalau tidak ada lagi manusia di bumi berarti saya, If or...

Semuanya mati!

Semua yang ada di sini?

Kematian gue adalah kiamat buat semua orang.

Apa dasar anda mengatakan itu?

Setelah gue mati apa yang gue tau? Tidak ada! Ya gue klaim aja. Tidak yang gue tahu setelah gue mati. Setiap orang juga tidak tahu apa yang akan terjadi setelah dia mati. Gue percaya setelah gue mati, bumi ini hancur, dan gue akan tinggal di dunia lain, entah disalah satu planet di bintang mana.

Memang anda mendeskripsikan kematian seperti apa sih?

Kematian itu bukan hal besar buat gue, cuma mungkin bisa mengantarkan gue ke dimensi lain mmh... sebelum ini juga gue pernah hidup di dunia-dunia yang lain. Hidup, lalu gue reinkarnasi lagi di sini, transformasi menjadi bentuk manusia lagi. Setelah mati gue akan reinkarnasi di mana, dalam bentuk apa. Transformasi ke bentuk apa, kan gue nggak tau. Cuma gue tidak tau apa yang terjadi di dunia sebelum gue lahir di dunia ini. Di dunia sebelum ini gue hidup seperti apa. Ingatan gue tidak begitu bagus untuk itu. Tapi mungkin dengan dejavu-dejavu, gue menjadi tau. Karena gue juga entah ribuan kali mungkin bereinkarnasi, bertransformasi. Gue kan tidak tau, tapi mungkin di dunia yang akan datang nanti, yang akan gue masuki  mmh... gue akan mengingat apa yang terjadi di dunia gue sekarang.

Ok. Mmh... saya ingin tau...

Karena gue saat ini udah mencapai pada titik kesadaran tertinggi lebih dari sekedar Ma’rifat.

Everything is Infrasonic  itu bercerita tentang apa?

Everything is infrasonic. Infrasonik itu berarti dibawah 20 desibel, tidak bisa didengar oleh manusia, hanya bisa di dengar oleh jangkrik kalau tidak salah mmh... infrasonik, semuanya sebenarnya tidak bisa didengar oleh manusia. Apa yang kita dengar ini cuma fiksi.

Sound effect apa saja yang anda gunakan dalam bermusik?

Gue menggunakan gelombang MW yang tidak ada siaran. Karena kalau itu diputar terus, kalau anda mendengarkan  gelombang  AM. Kalau lo mendengarkan gelombang AM terus menerus tanpa henti, yang tidak ada siaran itu. Lo akan masuk ke dunia lain, dunia infrasonik itu. Ke suara-suara yang tidak pernah kau dengar, dan sinyal-sinyal aneh di sana yang... tapi pada titik akhir, lu bisa menerjemahkannya. Itu sound effect yang pertama.  Kedua, gue menggunakan loop dari Fruity loop. Itu program musik yang paling sederhana di komputer tapi gue senang menggunakannya. Fruity Loop, dan gue edit lagi di cool edit pro. Fruity loop yang gue pake, fruity loop 3. Cool edit pro, terus gitar yang Karna pake itu gitar Fender. Dia memakai efek-efek gitar yang entahlah, cuma dia yang ngerti. Karena gue tidak begitu mengerti tentang gitar. Ada suara-suara biola, grand piano, dan gitar akustik. Gitar akustik itu di pake oleh Ervi, sekaligus dia menjadi backing vocal. Dia memakai mic yang pake efek vokal juga, yang hasilnya seperti yang anda dengar tadi. Dan entahlah, kenapa jadi ada orang yang bunuh diri karena itu, mungkin bahwa mereka semua sudah tahu bahwa semuanya infrasonik. Setelah dia mendengar hal-hal yang infrasonik itu, justru dia jadi tau apa yang harus dia lakukan terhadap dirinya, gitu! Karena yang gue liat tadi juga mereka bunuh dirinya pake pisau dan langsung ditusukkan ke jantung. Harakiri! Tapi keren, gue menikmati keindahan itu tadi. Satu persatu roboh. Entahlah! Mereka sudah menyiapkannya. Kenapa mereka bawa pisau. Cuma apa yang gue rasakan adalah gue ngiri sama mereka, gitu! Gue ngiri sama mereka dan gue juga akan secepatnya menyusul mereka. Karena mungkin mereka sekarang udah entah dimana, udah dilahirkan lagi di mana.

Seharusnya nggak perlu iri karena toh akhirnya anda akan melakukan bunuh diri juga.

Ya, sekarang gue iri berarti ya....

Lalu lirik dalam lagu itu apa saja yang anda katakan? Apa saja yang anda ceritakan?

Liriknya memakai bahasa lidah. Bahasa yang mungkin tidak akan bisa diterjemahkan oleh manusia, tapi bisa diterjemahkan oleh beberapa manusia.

Yang akhirnya bunuh diri?

Ya! Gue memakai bahasa lidah yang diambil dari konsep trance-nya orang-orang Kristen. Mmh... dan itu hanya gue yang ngerti. Interpretatif ya liriknya, mungkin dalam istilah siapa itu, namanya bahasa Malakut. Dalam istilah beberapa orang, bahasa jangjawokan. Tapi itu memang trance liriknya, dan setiap kali gue di panggung, pasti berbeda. Dan apa yang ada di album juga berbeda.

Berapa orang yang sudah meninggal? Apa anda tahu?

Oh, gue belum tau tadi. Gue hanya melihat mereka berjatuhan dan bergelimpangan darah. Itu keren sekali, gitu! Itu pemandangan terindah yang pernah gue liat. Efek seperti  itu yang tidak pernah gue harapkan, tapi pernah jadi satu mimpi gue, gitu! Samantha pasti senang melihat itu. Bisa jadi itu adalah mimpi-mimpinya Samantha. Samantha itu diperkosa Joey setiap hari tanpa bisa membantah dulu. Ya, vaginanya dia second buat gue. Bekas Joey ya. Tapi pada saat dia menjadi milik gue, gue memperlakukannya layaknya wanita.

Apa Joey meninggal ?

Entah, Joey meninggal tidak diketahui kenapa. Mungkin dibunuh Samantha, gue nggak tau. Gua bayangin memang dibunuh Samantha, kali! Setelah Samantha dirasuki roh If, hahaha...

Samantha akhirnya protes, tapi yang gue tau, Samantha sangat rindu dengan Joey, setelah Joey mati. Bahasa yang digunakan untuk itu adalah melecutkan vaginanya di atas pusara Joey. Itu menurut gue, Samantha pernah ngomong kaya gitu. Karena gue juga masih Joey dalam khayalan Samantha. Kekasihnya Samantha adalah Joey, meskipun sekarang dia sudah menikah dengan Cerio. Mungkin menikah atau sudah berkenalan, gue nggak tau. Udah lama nggak ketemu Cerio. Entah sudah di mana. Samantha juga sudah hilang. Entah kapan. Sudah pecah.

Lalu bagaimana kalau tentang If?

If...-If sudah lama nggak gue temui. Saat tadi gue manggung, If sudah tidak ada sebenarnya. Terakhir gue ketemu itu kapan ya, gue lupa. Mmh... kita manggung disini tanpa If sebenarnya.

Lalu siapa yang mengurus perempuan yang mengantri  anda di hotel?

Entah! Mungkin If sedang di sana sekarang, gue nggak tau.

Sudah berapa kali konser?

Gue melakukan tur tahun lalu untuk album ketiga. Ini sebenarnya bukan konser tur ya, karena ini hanya memperingati ulang tahun, jadi gue membawakan semua lagu yang di tiga album itu.

Tapi tidak ada yang memberikan efek sedasyat ...

Semua album itu sebenarnya Labirynth of Dream #1 (feat. Borges;). Tiga album ini yang udah gue keluarin dari taun...

Dengan lagu-lagu yang berbeda?

Lagu-lagu yang berbeda.

Tapi belum pernah ada kejadian seperti malam ini ya?

Ini malam terindah buat gue.

Ok, kenapa anda bikin judul album yang sama?

Karena ini bentuknya trilogi. Masih berkaitan antara satu album dengan album yang lain pada akhirnya. Mmh... lagu everything is infrasonic itu single pertama kami, di album pertama dan banyak yang lain. Ya, salah satunya Keranda Mimpi, gue suka. Keranda mimpi - lagu tentang seorang anak jalanan. Baru berumur 1 minggu, meninggal. Tapi 3 hari setelah dia lahir, ngobrol sama gue dan ada obrolan yang sangat intim disana. Tiga hari kemudian dia mati.

Mati karena apa itu?

Ya, baru tiga hari, dia sudah dibawa ke jalan sama ibunya. Dibawa ngemis, ceritanya sangat gue dengar, begitu! Ya, memang seharusnya mungkin, selayaknya dia mati daripada hidup di dunia yang sudah absurd gini. Dia juga bilang seperti itu. Dunia ini terlalu absurd buat gue, akhirnya dia meninggal dan sempet menghantui gue selama beberapa bulan. Akhirnya gue buat lagu itu, Keranda Mimpi.

Anda benar-benar akan mengakhiri hidup anda malam ini?

YA!

Apakah anda tidak pernah berpikir untuk menikah terlebih dahulu dan mempunyai keturunan?

Menikah?!

Atau tidak perlu menikah, apapun itu, yang jelas mungkin, pernahkah anda berpikir untuk punya anak?

Mmh... gue ingin punya anak dari If tentu saja. Ah.. tapi mungkin belum saatnya. Entahlah mungkin If sedang mengandung sekarang dari gue. Gue nggak tau. Terakhir kami bercinta gue mengeluarkannya di dalam. Mmh... mungkin dia telat bulan ini, ya gue nggak tau. Cuma yang pasti gue tidak percaya dengan sistem pernikahan yang ada di sini. Sistem pernikahan siapapun. Gue pikir pada saat dulu para nabi menikah, mereka kan berarti menikah dalam sistem yang baru. Sistem yang melanggar sistem yang udah ada pada saat itu. Misalnya sekarang sistem pernikahan di sini sistem pernikahannya Islam. Gue sudah tidak percaya dengan sistem pernikahan itu. Sudah terlalu terkotori dengan berbagai kepentingan. Masa ada.. Islam itu melarang orang yang sedang hamil menikah, banyak orang yang kecelakaan, hamil, lalu menikah. Kan, harusnya tidak boleh. Orang-orang itu yang membolehkan dan akhirnya terkotori. Harusnya setiap orang, sebelum menikah itu di cek dulu, dia sedang mengandung atau tidak. Kan ada, diteliti dulu ama dokter, kalau sedang mengandung, ya seharusnya tidak boleh dinikahkan. Nunggu dulu sampai lahir. Nunggu 40 hari masa idah, baru setelah itu menikah. Kalau sistemnya sudah terkotori, gue sudah tidak percaya. Akhirnya gue bikin sistem pernikahan gue sendiri. Tapi gue belum melakukan itu dengan If, belum melakukan itu dengan siapa pun baru dengan Samantha. Tapi entahlah, kami sudah bercerai... Dia sudah pecah, balonnya sudah tidak bagus lagi untuk gue pakai. Ya, gue membuangnya sih, sebenarnya. Mungkin dipungut oleh Cerio karena Cerio juga sangat mencintai Samantha. Entahlah .. biarkan, itu sudah begitu adanya, gitu!

Saya pikir anda begitu mencintai If dan Samantha mmh.. Ok Samantha sudah..

Gue mencintai seluruh wanita di dunia. Anda, ibu gue, semua orang, karena semua wanita adalah satu wanita. Semua orang adalah satu orang. Aku adalah engkau - kau adalah aku. gue mencintai semua orang. Gue mencintai semua benda. Gue mencintai apapun. Gue mencintai semua hal.

Apakah sempat terbersit dalam benak anda atau perasaan, anda bakal meninggalkan dunia ini,  kehidupan anda selama ini?  Tidakah anda merasa sedih? Menyayangkan semua itu?

Kenapa harus sedih. Ini hal yang gue tunggu dari dulu dan gue justru senang. Gue ingin mati dalam keadaan optimis, bahwa bunuh diri optimis. Gue pernah belajar sosiologi, dulu. Ada berbagai macam bunuh diri, bunuh diri altruis, bunuh diri bla bla bla..  ini bunuh diri optimis karena bukan karena kepesimisan justru karena keoptimisan, bahwa gue memang harus bunuh diri. Itu cara mati yang paling indah.

Dan anda mau bercumbu dengan Tuhan?

YA!

Bisakah itu disebut cita-cita..

Tuhan sangat mencintai gue, karena gue sangat mencintai Dia maka Dia pasti sangat mencintai Gue.

Bagaimana sih anda berbicara dengan Tuhan?

Dengan membaca tanda-tanda. Melihat anda, mendengarkan kata-kata anda. Mendengarkan kata-kata semut. Mendengarkan suara-suara. Melihat orang tertabrak mobil.  Melihat apapun. Ini semua ayat-ayat Tuhan yang tidak tertulis, termasuk yang tertulis pun, karya siapapun itu adalah ayat-ayat Tuhan-tertulis. Itu cara gue berkomunikasi dan biasanya, ketika gue bertanya, Dia menghantarkannya lewat cara apapun. Karena buat gue malaikat itu bisa berbentuk apapun. Mereka hanya katalis antara gue dengan Tuhan. Jibril misalnya, Jibril itu menurut gue mmh... katalis untuk wahyu. Katalis untuk misalnya gue sedang bertanya sesuatu kepada Tuhan. Tiba-tiba ada seseorang yang dateng dan menjawab pertanyaan gue. Maka dia adalah Jibril gue saat itu, dia adalah utusan Tuhan. Gue sedang laper tiba-tiba ada orang ngasih makan, orang itu adalah Mikail gue saat itu. Gue lagi jalan tersandung batu, batu itu adalah Isrofil gue. Malaikat bisa berbentuk apapun. Dia hanyalah katalis, robot. Robot-robot Tuhan yang sengaja diciptakan Tuhan untuk menghantarkan bahasa Dia ke manusia. Karena Tuhan sekarang sudah tidak menciptakan mujizat-mujizat. Ya, zaman dulu mungkin masih menciptakan mujizat-mujizat. Sekarang sudah tidak, karena kalau misalnya dibuat, zaman dulu pun ketika mujizat itu datang masih ada yang menyangka bahwa itu sihir. Kalau sekarang dibuat, malah orang jadi tidak percaya mujizat itu. Makanya Dia membuat mujizat itu menjadi selogis mungkin, jadi bisa masuk akal, gitu! Karena kalau tidak masuk akal, malah orang jadi tidak percaya, terlalu aneh buat orang. Buat sebagian orang, itu jadi malah menjauhkan orang terhadap Tuhan, makanya Tuhan menghantarkannya lewat hal-hal yang logis. Membuat malaikat-malaikatNya menjadi logis. Menjadi anda. Menjadi gelas. Menjadi gula. Menjadi batu. Menjadi mobil, ada orang sedang jalan, ditabrak mobil, orang itu mati. Izrail buat orang itu-saat itu. Malaikat yang ada di bumi kan ada 4 : Jibril, Mikail, Isrofil, Izrail. Selebihnya itu diluar bumi. Dua di alam barzah, 4 lagi di akhirat. 2 lagi di... Roqib-Atid, dia yang menulis, itu kan komputernya Tuhan, kamera-kameranya Tuhan, yang merekam kejadian-kejadian di bumi. Roqib dan Atid itu ada di bumi tapi pasif. Dia baru aktif saat kita di sidang di Alam Mahsyar.

Anda ada harapan kembali ke dunia ini setelah anda mati? Berbentuk sebagai apa?

Terserahlah! Terserah Tuhan, gue mau diantarkan kemana. Sebaiknya sih langsung diantarkan ke kursinya Dia, ke surganya Dia. Bertemu langsung dengan Dia. Kalau dalam film Matrix ketika Neo bertemu dengan arsitek. Haa.. film itu memang film paling keren yang pernah gue tonton meskipun yang bikin orang Yahudi. Sutradaranya gue pikir memang orang-orang dari dunia zyon. Mungkin gue hidup dalam dunia matrix. Mungkin... mungkin gua Neo, bisa.. bisa jadi. Yang pasti mmh... pertemuan Neo dengan...- gue hanya mau mengkritik sedikit tentang film itu - pertemuan Neo dengan arsitek itu seharusnya langsung bercinta. Arsitek itu seharusnya jangan laki-laki. Tidak ada gendernya harusnya. Harusnya banci, karena Tuhan itu tidak punya jenis kelamin. Arsitek itu harusnya banci, jangan bapak-bapak yang bijaksana. Karena Tuhan selama ini selalu digambarkan bapak-bapak yang bijaksana. Menurut gua tidak seperti itu, jadi Tuhan itu ngondek, androgin gitu. Karena dia tidak berkelamin, atau bahkan diluar kekuasaan kita Tuhan itu seperti apa. Hanya yang paling tepat untuk menggambarkan Tuhan adalah banci, gendut... seperti semar lah.

Hahaha...

Semar itu kan masih di... tidak di, masih diragukan apakah dia laki-laki atau perempuan. Toketnya gede, perutnya gede seperti bapak-bapak, pantatnya juga gede seperti ibu-ibu, gitu kan! Jadi gambaran Tuhan itu seperti Semar, tertawa-tawa mmh... karena semua hal buat Tuhan itu jadi lucu. Tuhan itu sense of humor-nya tinggi dan gue selalu membayangkan Tuhan seperti itu, selalu minum, langsung dari galon air mineral. Minum air mineral yang banyak karena orang tertawa selalu minum. Minum air mineral dari galonnya langsung, selalu lucu. Paling lucu adalah ketika dia horni.

Mmh....

Karena tampangnya jadi menggelikan gitu, dan itu membuat gue jadi semakin horni kalau gua lagi onani. Satu-satunya yang paling asik itu onani, memang. Bercinta dengan wanita itu hanya seperti.... ya sudah begitu saja, gitu! Gerhana sex!

Tadi anda bilang suka menulis?

He-eh.

Menulis apa?

Mmh... menulis puisi. Essay, apapun, tapi nggak pernah gue terbitin.

Kenapa?

Sepertinya gue harus mengakhiri pembicaraan ini, karena waktu sudah hampir jam 12. OK...

Tapi pertanyaan saya masih banyak nih...

Nanti kita lanjutkan saja di dunia lain.

Waduh... waduh...

Bye...

Setidaknya ada yang ingin anda katakan untuk fans anda? Apa pun itu...

Apakah gue salah? Apakah gue salah berdoa untuk mati, hanya karena rindu bercumbu dengan Tuhan?

Terima kasih.

Bye...

Salamkan pada Tuhan!

yaaa...

 

 

 

 


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help