Dalam gelap dua dunia…
Menunggu pagi terhengkang…
Kuikuti irama bumi tercengkeram mati, dua arah dan terhempas
Jelas terhempas…
Dua arah…
Darah tercecer dan mengalir…
Dari janin suci dua nabi…
Tentang dua benda, terpisah amat jauh
Yang satu belahan dari satunya
Dan satu…satunya
Hanya awan...
Hanya kelip cahaya…
Membutakan…
Sebelah mataku
Tapi kicau burung…
Yang menjadi mitos…
Membutakan…
Seluruh mataku
Seluruh mataku
Seluruh mataku…
Drama tak akan berhenti…
Kematian demi kematian…
Terus menggorok lubang nafas bumi yang menangis; api menangis-padam-membakar air matanya…
Selamanya
Dan untuk benar atau salah
Aku tak peduli
Biarlah tuhan sibuk dengan pekerjaannya
Biarlah iman ini menjadi milik sang waktu
Sebab aku adalah tak ada…
Aku sudah mencapai titik nihil*
Titik dimana ilmu pengetahuan belum lahir
Peradaban dan kebudayaan belum lahir
Dan aku bukanlah apa-apa…
*)dari sebuah percakapan